Warga Frustasi dengan Pemerintah yang Dipimpin Syiah di Baghdad, Demonstrasi Berkecamuk di Irak

 


 

Demonstrasi berkecamuk di seluruh Irak selama tujuh hari dan yang paling menonjol di antara para demonstran adalah kaum muda Syiah, melepaskan frustrasi mereka dengan pemerintah yang dipimpin Syiah di Baghdad.

Tindakan keras keamanan, menyebabkan tewasnya lebih dari 100 orang dan melukai ribuan pengunjuk rasa, akibat tembakan senjata tajam.

Tokoh populis Syiah Irak, Muqtada al-Sadr berbaris menuju Karbala meneriakkan, “Tidak untuk Amerika, tidak untuk Israel, tidak untuk korupsi” dan “Baghdad bebas, korupsi harus pergi!”

Dalam sebuah pesan melalui twitter, Selasa malam, Al-Sadr menyerukan “Irak bergerak” menuju Karbala saat ziarah Arbain “untuk memobilisasi jutaan orang”. (albert/syiahindonesia.com)

 

***

110 Orang Tewas saat Demo di Irak

Akibat kekerasan semalam, jumlah korban tewas meningkat dalam sepekan menjadi 110 orang. Mereka kebanyakan adalah pengunjuk rasa yang menuntut dijatuhkannya pemerintah Irak dan perombakan sistem politik.

Akan tetapi, aparat keamanan menghadapi mereka dengan melakukan tindak kekerasan sehingg banyak jatuh koran tewas.

 

Pemberontakan selama seminggu terakhir secara tiba-tiba mengakhiri dua tahun kondisi yang relatif tenang di Irak sejak jatuhnya Saddam Hussein pada tahun 2003. 

Banyak warga Irak, terutama kaum muda, mengatakan bahwa korupsi pemerintahan telah merajalela. Sedangkan stabilitas politik juga belum tercapai sejak bertahun-tahun pendudukan asing dan perang saudara sektarian.

Para kritikus mengatakan bahwa tindak kekerasan pemerintah terhadap protes telah memicu kemarahan publik.

“Tindakan keras ditambah pemadaman internet membuat marah orang dan itu tidak akan menenangkan situasi,” ujar Jassim al-Hilfi seperti dikutip Reuters, Selasa (8/10/2019).

Jassim merupakan seorang anggota parlemen dari blok Moqtada al-Sadr yang memboikot parlemen. / https://kabar24.bisnis.com
08 Oktober 2019  |  08:01 WIB

(nahimunkar.org)