Pecah! Debat Fadli Zon dengan Irma Suryani di ILC/ foto ytb


Di ILC Selasa (4/12/2018) malam itu awalnya, Fadli Zon mengatakan jika ada warga yang mengaku padanya bahwa hidup saat ini semakin susah.

Menanggapi hal tersebut, Irma Suryani menuding jika Fadli Zon hanya berbicara hoaks.

Irma Suryani tampak terus berbicara bersamaan dengan Fadli Zon sehingga suasana studio ILC menjadi ramai.

Inilah beritanya.

***

Fadli Zon dan Irma Suryani Berdebat Sengit di ILC, Aa Gym sampai Berdiri: Malu, Malu, Malu

NUSANEWS – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon tampak berdebat panas dengan Ketua DPP Nasdem Irma Suryani Chaniago.

Dilansir TribunWow.com dari acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang di tvOne, Selasa (4/12/2018) malam, awalnya, Fadli Zon mengatakan jika ada warga yang mengaku padanya bahwa hidup saat ini semakin susah.

Menanggapi hal tersebut, Irma Suryani menuding jika Fadli Zon hanya berbicara hoaks.

Irma Suryani tampak terus berbicara bersamaan dengan Fadli Zon sehingga suasana studio ILC menjadi ramai.

“Jadi DPR seharusnya jangan bicara hoaks, harus jadi contoh bagi masyarakat,” kata Irma.

Fadli Zon lalu menanyakan pada penonton di studio, “Harga BBM naik apa turun?”, yang kemudian dijawab jika harga BBM naik.

“Ini politisi yang tidak ngerti, kalau nalarnya tidak sampai ya begini ini,” ujar Fadli Zon sembari menunjuk Irma yang terus mengucapkan kata hoaks.

“Berbicara pada tempatnya, jangan hoaks, kalau 212 berlangsung damai iya saya mengakui, tapi kalau sudah berbicara hoaks, sudah harus dicuci otaknya,” balas Irma.

Sang pembawa acara, Karni Ilyas lantas turun tangan dan meminta Irma Suryani untuk memberikan Fadli Zon kesempatan berbicara.

Meski demikian, Irma terus berbicara dan menyebut Fadli Zon tidak berprestasi.

“Fadli ini di DPR tidak punya prestasi, jadi jangan pulang mengatakan Jokowi tidak punya prestasi,” teriak Irma.

Menanggapi hal itu, Fadli Zon langsung tertawa dan tidak jadi berbicara.

Kamera juga sempat menyoroti ekspresi ahli filsafat Rocky Gerung yang juga hadir sebagai narasumber.

Rocky Gerung tampak tertawa mendengar tuduhan Irma ke Fadli Zon.

Irma lantas menantang semuanya untuk menyebutkan prestasi Fadli Zon di DPR.

“Coba sebutkan prestasi apa Fadli Zon di DPR, ayo sebutkan, coba saya ingin tahu,” tantang Irma.

“Jadi jangan bilang Jokowi tidak punya prestasi, berkaca ke diri sendiri dulu,” imbuh Irma.

Mendapat tudingan seperti itu, Fadli Zon balik menantang Irma Suryani.

“Apa urusannya, Anda yang tidak punya prestasi di DPR,” balas Fadli Zon.

“Semua yang saya lakukan transparan kok sebagai anggota DPR,” imbuhnya.

“Kalau pergi ke luar negeri betul, hibah betul, prestasi apa?,” tanya Irma.

“Saya melakukan tugas pengawasan, saya mengawasi pemerintah,” balas Fadli Zon.

Keduanya terus berdebat tanpa henti hingga Aa Gym yang hadir sebagai narasumber langsung berdiri dan meminta semuanya diam.

“Husssh… Malu… Malu… Malu oleh rakyat,” kata Ustaz Aa Gym.

Tak menghiraukan, Irma terus berbicara mengucapkan kata hoaks untuk Fadli Zon.

Sementara itu, Aa Gym menengok ke arah keduanya dan lanjut berdiri.

“Pak.. pak tolong buk, ini malu sekali ditonton oleh masyarakat, giliran, tenang,” kata Aa Gym menengahi.

Video:

Sumber nusanews.id

***

Sukses Reuni 212, Umat Islam Mulai Tinggalkan Jokowi

Aksi 212

Jakarta, HanTer – Gelaran Reuni Akbar 212 disebut-sebuttelah menurunkan elektabilitas Calon Presiden nomor urut 02 Joko Widodo dan menunjukan umat Islam mulai meninggalkan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Apalagi pada acara yang dihadiri 10 juta umat itu Jokowi tidak diundang.Namun hal ini dibantah kubu Jokowi dengan menyatakan masih ratusan juta umat Islam lainnya yang mendukung mantan Walikota Solo tersebut.

“Reuni Akbar 212 memang menunjukan umat Islam telah meninggalkan Jokowi.Apalagi dalam acara tersebut Jokowi sebagai Presiden Indonesia tidak diundang. Padahal Reuni 212 adalah perhelatan akbar yang dihadiri oleh Umat Islam sekaligus rakyat Indonesia. Oleh karenanya reuni yang dihadiri oleh lebih dari 10 juta orang  itu memang fenomenal diakhir tahun 2018,” kata Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi kepada Harian Terbit, Senin (3/12/2018).

Menurutnya, pada  reuni itu Jokowi seperti tidak di anggap lagi. Tidak seperti di tahun 2016 lalu di saat mula pertama Umat Islam berkumpul dalam kisaran 7 jutaan orang di Monas untuk memprotes penghinaan Al Maidah 51 oleh Ahok.

Saat itu, sambung Muslim, Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah Menteri hadir di Aksi 212 itu, meski tidak diundang Panitia. Namun saat ini Desember 2018 tidak hadir.Maka  dengan tidak diundangnya Jokowi itu pertanda Umat Islam yang tergabung dalam Aksi 212 yang lebih Gerakan People Power for Indonesia more better sudah talak tiga dengan Jokowi.

Muslim mengemukakan, dengan tidak mendukung Jokowi maka menunjukkan Jokowi tidak berbuat banyak untuk umat Islam. Karena jika Jokowi berbuat untuk umat Islam maka tentunya Umat Islam tidak akan mengatakan good bye seperti sekarang ini.

Tidak Benar

Pengamat politik dari Universitas Bunda Mulia (UBM) Silvanus Alvin mengatakan,  berkembangnya opini umat Islam tinggalkan Jokowi itu tidak benar. Karena apakah hampir 1 juta atau lebih umat Islam yang hadir dalam acara Reuni 212 itu benar-benar mendukung Prabowo? Apalagi Reuni 212  harusnya menjadi aktivitas non politik, tapi ternyata kental sekali nuansa politiknya.

“Kalau toh yang kemarin ikut reuni 212 memang tidak mendukung Jokowi dan memilih Prabowo, tidak masuk logika juga kalau dibilang umat Islam meninggalkan Jokowi. Umat Islam kan jumlahnya ratusan juta di Indonesia. Tidak bisa sekelompok saja mengatasnamakan keseluruhan umat yang besar,” ujar Silvanus kepada Harian Terbit, Senin (3/12/2018).

Silvanus meyakini, Jokowi masih mendapat dukungan dari umat Islam.Apalagi, pendamping Jokowi adalah Kyai Maruf Amin yang juga berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU). Sehingga pasti ada massa yang setia dengan Jokowi. Selain itu massa dari partai politik yang berbasis agama Islam juga menjadi pendukung Jokowi, seperti PKB dan PPP.

“Jadi saya ragu dengan validitas opini bahwa pasca reuni 212, umat Islam tinggalkan Jokowi,” ujarnya.

Tak Pilih Jokowi

Terpisah, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arsul Sani mengatakan, peserta Reuni 212 di Monas, Jakarta, Minggu (2/12/2018) sudah pasti tidak akan memilih paslon petahana Jokowi-Ma’ruf Amin.
Sekjen DPP PPP ini juga menilai, kegiatan Reuni 212 tidak akan mempengaruhi elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin. Karena, menurut Arsul, peserta reuni itu bukan pemilih Jokowi.

“Yang ikut 212 itu sudah bisa dipastikan tidak memilih Pak Jokowi. Jadi, ada reuni atau enggak ada reuni, ya..tidak ada istilah menggerus suara atau menurunkan elektabilitas atau menaikkan elektabilitas,” ucap Arsul baru-baru ini seperti dilansir sindonews.

Sebelumnya, Penanggung Jawab Reuni Akbar Mujahid 212, Slamet Maarif mengatakan, Reuni Akbar 212 adalah ajang silaturahmi umat, bukan untuk kepentingan politik. Karena itu, warga yang hadir dilarang membawa atribut parpol apa pun selama Reuni 212.

“Reuni ini bukan ajang kampanye praktis.Makanya, jangan campuri dengan atribut partai politik dan sebagainya.Cukup baju putih, topi, bendera dan lain-lain untuk menyemarakan acara ini. Mari jaga persatuan.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kapitra Ampera menegaskan, reuni 212 sama sekali tak mengancam suara Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

“Kalau yang hadir, katakanlah 10 juta, dan itulah pemilih Prabowo.Yang lainnya memilih Pak Jokowi-Ma’ruf,” katanya.

Mantan Kuasa Hukum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Sihab itu menuding, massa aksi yang mengikuti reuni 212 tahun ini dipastikan orang partai pendukung Prabowo-Sandiaga Uno dan para simpatisannya.

Sumber : harianterbit.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.485 kali, 1 untuk hari ini)