brosur kegiatan_8324765327284

Brosur kegiatan ibadah yang ditemukan warga

Puluhan warga Soreang Indah Kaputen Bandung Sabtu malam (9/3/2013) mendatangi bangunan yang terletak di Jalan Raya Gading Tutuka No.15. Hal ini dilakukan warga karena disinyalir Gedung Serba Guna (GSG) yang bernama Ria Sauyunan tersebut kembali digunakan tempat ibadat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Menurut koordinator lapangan,Nurfatwa kepadahidayatullah.com menjelaskan bahwa gedung tersebut antara 2004 – 2006 pernah digunakan tempat ibadat HKBP.Namun karena ada unsur penyalahgunaan fungsi bangunan menjadi gereja warga minta agar kegiatan ibadat dihentikan.

“2006 terjadi kesepakatan dan pihak HKBP membuat surat pernyataan yang intinya akan menggunakan bangunan tersebut sesui dengan ijinnya serta menghentikan kegiatan yang digelar setiap Minggu.Pihak jemaat HKBP sendiri setuju dan bersedia akan melakukan ibadat di gereja yang ada dilingkungan komplek angkatan udara Sulaeman,” jelasnya.

Menurut Nurfatwa,berdasarkan pantau dan informasi warga sekitar sejak 2013 ini pihak HKBP kembali melakukan aktivitas kegerejaan khususnya bagi pemuda dan remaja.Menurut pantaun warga kegiatannya sendiri dilakukan setiap Sabtu malam antara pukul 18.00-21.00 wib.Dengan melibatkan puluhan jemaat yang mayoritas masih remaja.

Kedatangan warga sendiri ke gedung tersebut untuk memastikan digunakan tidaknya GSG tersebut sebagai peribadatan.Namun saat puluhan warga tiba dilokasi, tempat tersebut sudah kosong dan sepi.

Seorang warga sekitar GSG juga mengaku bahwa sebelum puluhan warga datang sempat ada kegiatan.Namun tidak berlangsung lama tidak seperti pada Sabtu malam lalu.Ia juga mengaku hanya mendengar semacam nyanyian.

“Tadi sempat ada kegiatan tapi hanya sebentar, mungkin sudah tahu kalau mau didatangi warga.Maka tidak berlangsung lama,”ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Atas temuan tersebut warga akan segera berkoordinasi dengan aparat terkait dan bertemu dengan pihak HKBP untuk meminta penjelasan.Mereka berharap pihak HKBP sendiri taat pada kesepakatan yang telah dibuat dan ditandangani beberapa tahun lalu.

Aksi damai warga tersebut mendapat pengawal dari aparat Polsek Soreang yang di pimpin langsung Kapolsek Soreang Kompol.Sukradi.Ia sendiri meminta agar warga tidak berbuat anarkis dan jika ada pelanggaran maka diselesaikan dengan koridor hukum yang berlaku.*

Rep: Ngadiman Djojonegoro

Red: Cholis Akbar

Senin, 11 Maret 2013 Hidayatullah.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.510 kali, 1 untuk hari ini)