“Celakanya intoleransi itu dipraktekkan untuk kekuasan politik dengan mengatasnamakan agama. Lebih celaka lagi, mereka berencana berkumpul merayakan intoleransi itu dengan gegap gempita, huh…..,” kata narator di Editorial tersebut dengan tekanan nada tertentu.

Sabtu, 2 Des, 2017 | 14:36

video:

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Stasiun Televisi Swasta Nasional, MetroTV menurunkan Editorial tentang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, namun editorial tersebut menuai kecaman dari warganet.

Editorial berupa video dengan narasi yang dibacakan tersebut diunggah di laman MetroTV di kanal editorial dengan url; https://youtu.be/r_fEjAXzjFk

http://video.metrotvnews.com/editorial-mi-video/ybDM420k-meneladani-toleransi-sang-nabi, pada Jumat (1/12).

Dalam salah satu kalimat narasinya dimulai pada menit 3:16, Editorial MetroTV menyinggung agenda Reuni Alumni 212 dengan menyebut sebagai perayaan intoelransi.

“Celakanya intoleransi itu dipraktekkan untuk kekuasan politik dengan mengatasnamakan agama. Lebih celaka lagi, mereka berencana berkumpul merayakan intoleransi itu dengan gegap gempita, huh. Ini tentu bisa membuat korban intoleransi semakin terluka. Ketika pihak yang terluka disuruh move on, supaya lukanya lekas pulih, pihak sebelah justru menari diatas luka itu dengan merakayakan kemenangan mereka secara gegap gempita,” kata narator di Editorial tersebut dengan tekanan nada tertentu, yang disaksikan SERUJI lewat cuplikan video yang diterima, Sabtu (2/12).

Warganet langsung bereaksi atas video dengan durasi 4:23 menit tersebut dan mengecam Editorial yang secara gamblang dinilai sebagai serangan yang langsung ditujukan pada alumni 212.

Cuplikan videonya yang beredar di sosial media dapat disaksikan diatas.

 By: ARif R / seruji.co.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 163 kali, 1 untuk hari ini)