Parade Tauhid di Solo Diikuti Ratusan Ribu Umat Islam

Inilah beritanya.

***

Parade Tauhid di Solo Diikuti Ratusan Ribu Umat Islam

Bendera Tauhid

Parade Tauhid di Solo Diikuti Ratusan Ribu Umat Islam

KBRN, Surakarta : Bendera Tauhid dengan dasar kain putih sepanjang 2.500 meter dengan tulisan “Lailaha Illah Muhammadarasulullah” diusung ratusan ribu kaum muslimin dari berbagai organisasi, yang berjalan mulai depan Masjid Kota Barat hingga Bundaran Gladag, Sabtu (16/5/2015).

Pengurus Dewan Syariah Kota Surakarta, Ustad Lim Abdul Rochim mengatakan, filosofi bendera tersebut menggambarkan bahwa kaum muslimin harus kembali kepada ajaran Tauhid yang murni dan suci.

Dikatakan, parade sebagai semangat menyambut Ramadhan 1436 H juga diharapkan mampu menggerakkan kaum muslim kepada fitrahnya dan tauhid yang murni, serta tegaknya Kalimah Allah SWT.

Di Bundaran Gladag yang telah dibangun panggung besar, para tokoh masyarakat, termasuk dari unsur pendidikan, ulama, para kyai, serta pimpinan pondok pesantren melakukan orasi dan tausyiah, mengajak kaum muslimin untuk bersatu menegakkan ajaran agama yang disampaikan Nabi Muhammad SAW. Parade ini dalam rangka mengajak Solo menuju Indonesia berbarokah

“Umat muslim yang dimuliakan Allah, acara ini dicanangkan dari Solo menuju Indonesia Persada, dari Solo menuju Indonesia Bersyariah, dari Solo menuju Indonesia Berbarokah,” pekiknya.

Salah seorang ulama yang juga pimpinan Pondok Pesantren Isy Karima Karangpandan, Karanganyar, Ust Shihabuddin dengan bersemangat juga menyampaikan perlunya persatuan umat Islam di tengah kehidupan saat ini yang dapat memecahkan persatuan bangsa.

Ratusan ribu umat Islam sepanjang perjalanan dari Kota Barat, Jl Slamet Riyadi dan terpusat di Gladag, terbagi antara wanita dan anak-anak yang melalui jalur lambat, serta laki-laki yang menggunakan jalur utama, tak putus-putusnya melafalkan Dua Kalimah Syahadat,  dengan harapan umat Islam dapat berpegang pada nilai-nilai tauhid yang murni. (DS/ITY/AA). 16 May 15:442015 by Icha Thahara Yusuf

***

 MID

Warning: Ormas Islam & Institusi Negara Disusupi Syiah & Liberal

JAKARTA (voa-islam.com)- Banyaknya paham dan aliran sesat yang ada di Indonesia membuat sejumlah ormas Islam menyuarakan kebenaran melalui beragam cara. Salah satunya ialah dengan melakukan acara dengan sebuah parade, yang disebut Parade Tauhid. Parade yang diadakan di Solo, Jawa Tengah ini dihadiri lebih dari 150.000 umat Islam.

Imam Masjid Istiqlal yang mendukung acara tersebut, juga mengingatkan agar parade yang diadakan tidak sekedar menjadi pengingat, melainkan juga harus dijadikan kewaspadaan. Untuk membentenginya. Pakar hadits ini pun menyarankan agar umat Islam harus rajin-rajin belajar atau mengikuti taklim-taklim ilmu di manapun berada agar mampu memilah dan memilih mana hak dan mana batil.

Beliau mengatakan demikian karena ia melihat saat ini umat Islam sedang berada di ‘lampu kuning’ di dalam jumlah umat terbesar. Banyak di antara lembaga atau ormas, termasuk ormas besar yang ia sebut sudah teramat parah karena di dalamnya banyak oknum-oknum berpaham Syiah dan Liberal.

Banyak di antara ormas, termasuk ormas besar dan lembaga yang sudah disusupi paham-paham Syiah dan Liberal,” katanya pada saat bincang-bincang dengan wartawan voa-islam.com siang ini (16/05/2015) melalui sambungan telepon.

Paham atau aliran yang masuk di antara lembaga dan ormas Islam menurutnya tidaklah sedikit, melainkan juga mempunyai pengaruh besar perihal dalam mengambil kebijakan. Misalkan saja lembaga yang ia sebut adalah Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) yang beberapa waktu lalu melalui Dirjen-nya mengatakan bahwa paham Ahmadiyah tidaklah sesat.

“Mereka tidak sedikit. Dapat pengaruhi kebijakan juga. Misalkan saja di Kemenag lewat Dirjen, mengatakan bahwa paham Ahmadiyah tidak masalah. Padahal jelas-jelas paham itu sesat yang menyebut ada Nabi setelah Nabi Muhammad,” kritisnya.

Untuk menangkal (baca: bahaya sesat) ia memberikan ramuan agar umat Islam selalu berpegang teguh dengan akidah iman dan Islam. Dari hadits Nabi Muhammad SAW misalnya, ia menyebutkan bahwa Allah telah mengabulkan dua dari tiga permintaan yang dimintai rasul-Nya. Dua dari permintaan itu ialah dimenangkannya umat Islam atas orang-orang kafir dan dijauhkan dari bencana alam yang dahsyat.  Namun tidak untuk yang ketiga karena berkaitan dengan sesama umat Islam. Yakni Islam akan hancur oleh orang Islam itu sendiri.

“Ada hadits dari Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Ada tiga (doa Nabi shallalahu alaihi wa sallam, red nm). Dua dikabulkan, yakni umat Islam tidak akan hancur oleh orang-kafir dan tidak dibinasakan oleh bencana alam. Satu tidak (dikabulkan). Yaitu bahwa umat Islam tidak bisa hancur oleh umat Islam sendiri,” ia mengingatkan. Dan paham sesat inilah yang beliau khawatirkan akan menghancurkan Islam. (Robigusta Suryanto/voa-islam.com) Sabtu, 28 Rajab 1436 H / 16 Mei 2015 14:01 wib

***

Kehancuran umat ini karena saling bermusuhan

صحيح مسلم (4/ 2216)

أَخْبَرَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ ذَاتَ يَوْمٍ مِنَ الْعَالِيَةِ، حَتَّى إِذَا مَرَّ بِمَسْجِدِ بَنِي مُعَاوِيَةَ دَخَلَ فَرَكَعَ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ، وَصَلَّيْنَا مَعَهُ، وَدَعَا رَبَّهُ طَوِيلًا، ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَيْنَا، فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” سَأَلْتُ رَبِّي ثَلَاثًا، فَأَعْطَانِي ثِنْتَيْنِ وَمَنَعَنِي وَاحِدَةً، سَأَلْتُ رَبِّي: أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالسَّنَةِ فَأَعْطَانِيهَا، وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالْغَرَقِ فَأَعْطَانِيهَا، وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يَجْعَلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ فَمَنَعَنِيهَا “ٍ

Telah mengkhabarkan kepadaku Amir bin Sa’ad dari ayahnya, pada suatu hari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam pulang dari tempat tinggi hingga saat beliau melintasi masjid bani Mu’awiyah, beliau masuk lalu shalat dua rakaat, kami shalat bersama beliau. Beliau berdoa lama sekali kepada Rabbnya, setelah itu beliau menemui kami, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Aku meminta tiga (hal) pada Rabbku, Ia mengabulkan dua (hal) dan menolakku satu (hal). Aku meminta Rabbku agar tidak membinasakan ummatku dengan kekeringan, Ia mengabulkannya untukku, aku memintaNya agar tidak membinasakan ummatku dengan banjir, Ia mengabulkannya untukku dan aku memintaNya agar tidak membuat penyerangan diantara sesama mereka lalu Ia menolaknya.” (HR Muslim, Kitab Fitnah dan tanda kiamat, bab kehancuran umat ini karena saling bermusuhan).

Aliran dan paham sesat seperti syiah dan liberal itulah yang  dikhawatirkan akan menghancurkan Islam, menurut KH Ali Mustafa tersebut. Bahkan kini sudah masuk ke ormas-ormas Islam dan institusi negara seperti yang beliau contohkan tadi.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 797 kali, 1 untuk hari ini)