Kamis, 13 Desember 2012

kaukus_83256284325Hidayatullah.com–Puluhan wartawan di Aceh hari Kamis (13/12/2012) membentuk Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam. Prosesi deklarasi berlangsung di Rumoh Aceh, Lingke. Deklarasi ini dihadiri oleh puluhan wartawan dari berbagai media cetak dan online, para aktivis, ormas Islam, kalangan santri, ulama dan tokoh Aceh.

Deklarasi dan muzakarah juga dihadiri oleh tokoh pers Aceh, H Harun Keuchik Leumik, Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh(HUDA) yang juga wakil Ketua Majlis Permusyawaratan Ulama (MPU) serta ketua PWNU Aceh, Tgk Faisal Ali, Ketua Ikatan Da’i Indonesia, Mulyadi Nurdin, dan perwakilan lembaga yang konsen pada pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Tgk Faisal Ali yang diminta untuk memberikan tausyiah terkait deklarasi kaukus tersebut dalam ceramahnya, ia mengatakan apa yang dilakukan sejumlah wartawan tersebut, merupakan bagian dari memotivasi dalam bekerja sebagai jurnalis.

Ia berpesan, apa yang sedang dan akan dilakukan wartawan semuanya harus berprinsip karena Allah.

“Insya Allah akan berikan jalan keluar apa yang kita laksanakan,” kata ulama yang akrab disapa dengan Lem Faisal ini.

Dalam sambutannya, Juru Bicara KWPSI, Azhari mengatakan, gerakan ini merupakan bentuk keprihatinan kita tentang pemberitaan syariat yang selama ini justru memojokan Islam.

“Kesan di luar ngeri sekali tentang Islam, karena wartawan tidak bijak memberitakannya,” kata Azhari.

Azhari juga mengatakan, deklarasi resmi baru bisa dilaksanakan saat inu mengingat berbagai acara lain yang belum bisa menghadirkan semua anggota yang tergabung dalam kaukus tersebut.

“Hari ini baru kita bisa sepakati waktu dan atas berbagai masukan dari ulama dan beberapa pihak yang mendukung kaukus ini, katanya.

Pada kesempatan yang sama, Zainal Arifin M Nur, salah satu penggagas KWPSi mengatakan, KWPSI lahir karena tanggungjawab. Gerakan ini merupakan tugas semua jurnalis Muslim di Aceh.

“Syariat islam di Aceh, bukan hanya tugas ulama tetapi menjadi tugas semua untuk menjaga termasuk wartawan, ” ujarnya.

Ia mengatakan, kehadiran KWPSI di Aceh banyak menuai protes dari berbagai kalangan yang tidak senang atas kehadiran gerakan ini.

“Kenapa kaukus ini hadir di Aceh banyak yang protes. Kenapa di Aceh tidak boleh. Sementara kita tau ada paguyuban wartawan atas nama agama lain di luar Aceh. Gak ada yang persoalkan, kenapa di sini dipersoalkan, ” katanya.*/Tk Zulhairi

(nahimunkar.com)

(Dibaca 263 kali, 1 untuk hari ini)