Pembagian sembako di Monas (IST)

Nalar sudah menjadi bangkai ketika kejadian terbunuhnya dua anak meninggal saat kejadian pembagian sembako di Monas tetapi ribut persekusi settingan di CFD Bundara Hotel Indonesia (HI).

“Kenapa kalian mingkem? Kok yang diributkan persekusi settingan? Nalar kalian memang sudah jadi bangkai. Ngoceh saja bilang berita ini hoaks,” kata wartawan senior Edy A Effendi di akun Twitter-nya @eae18.

Edy berkomentar seperti itu dengan melampirkan berita berjudul “Ratapan Ibu Korban Tewas Bagi-bagi Sembako di Monas” dari viva.co.id.

Di Viva itu disebutkan, Kokom, ibu dari Rizki Saputra, korban meninggal dunia usai kegiatan di Monas Jakarta Pusat pada Sabtu 28 April 2018 mengatakan, anaknya menjadi korban pembagian sembako di Monas.

“Enggak didorong dari belakang saja, dari depan pun didorong. Anak saya didorong dari belakang enggak jatuh, dari depan (didorong) langsung begini jatuh, kakinya keinjak (jadi) biru. Sudah begitu saya dorong lagi yang depan, takut nginjak lagi kan,” kata Kokom, dikutip dari viva.

Sumber: suaranasional.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 885 kali, 1 untuk hari ini)