Wartawan TvOne Jadi Korban Pemukulan dengan Pentungan Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Kepri

  • “Lagi nyorot kejadian, tiba-tiba ada yang mukul dari belakang menggunakan pentongan kayu, saya langsung mundur saja, karena sakit,” ujar Chairul.
  • Dirinya tidak mengetahui secara persis siapa yang memukul dia dari belakang, karena sambungnya situasi saat kejadian sedang ricuh.
  • “Saya menduga itu polisi yang memukul saya, karena dibelakang saya pada saat itu ramai polisi,” ucapnya
  • Atas kejadian tersebut, Irul terpaksa menerima luka memar bahkan berdarah dibagian bahu belakang.

 
 


Photo klose Wartawan TvOne, Chairullah , f : Detak.media

DM – Salah seorang wartawan televisi, Chairullah menjadi korban pemukulan, pada saat sedang meliput aksi demo penolakan UU Cipta Kerja, yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa dan buruh, di kantor DPRD Kepri. Kamis (8/10/2020).

Padahal, Chairullah atau yang akrab disapa Irul itu sudah mengenakan Kartu Tanda Anggota (KTA) saat melakukan liputan. Dan jelas KTA itu tergantung dilehernya.

Irul yang merupakan wartawan TV One itu menyatakan dirinya dipukul saat sedang menyorot kejadian pembubaran terhadap ratusan mahasiswa yang melakukan demo oleh pihak kepolisian.

“Lagi nyorot kejadian, tiba-tiba ada yang mukul dari belakang menggunakan pentongan kayu, saya langsung mundur saja, karena sakit,” ujarnya.

Dirinya tidak mengetahui secara persis siapa yang memukul dia dari belakang, karena sambungnya situasi saat kejadian sedang ricuh.

“Saya menduga itu polisi yang memukul saya, karena dibelakang saya pada saat itu ramai polisi,” ucapnya

Atas kejadian tersebut, Irul terpaksa menerima luka memar bahkan berdarah dibagian bahu belakang. Dirinya juga sudah diberikan perawatan medis oleh pihak klinik DPRD Kepri.

Sementara itu Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal yang bertugas menjaga keamanan demo di DPRD Tanjungpinang, meminta maaf jika benar bahwa anggotanya memukul wartawan yang melakukan liputan.

Namun, dirinya menganggap bahwa hal itu diluar kendali, karena kata dia kondisi pada waktu itu sangat ricuh.

“Jika memang ada kita minta maaf, karena diluar tadi ricuh sekali. Nanti kita memperdalam,” tukasnya.

Penulis : Mael

Editor : Alam

by detak.media

8 Oktober 2020

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 111 kali, 1 untuk hari ini)