Warteg Saeni yang melanggar aturan dan tidak menghormati Muslimin yang berpuasa Ramadhan inikah yang layak dibantu dan dihormati?

Diberitakan, Presiden Joko Widodo memberikan bantuan (kepada Saeni) uang tunai sebesar Rp 10 juta yang diwakilkan oleh dua orang utusan Presiden pada Ahad siang (12/6 2016).

Dan ada berita, Saeni punya cabang-cabang warteg di kota lain. Dia mendapat bantuan atas pelanggarannya. Layak dipertanyakan. Apakah ini satu bentuk gerakan perlawanan terhadap Umat Islam, dibalik itu ada penggeraknya dari pihak pihak media anti Islam sampai istana?

Tadinya Saeni mengaku tidak bisa membaca edaran dari Pemda yang ditempel tentang larangan buka warung makan sampai saat menjelang berbuka puasa. Kenapa setelah tahu dan bahkan mendapatkan bantuan dana (aneh) karena pelanggarannya, kemudian masih melanggar lagi dengan buka warung makan siang hari di Bulan Ramadhan saat Muslimin mayoritas penduduk sedang puasa dan sudah tahu peraturan larangannya itu?

Biasanya, kalau orang biasa dan tidak ada penggerak di belakangnya, maka akan mudah mengakui kesalahannya, apalagi menyangkut masalah besar dan suatu peraturan. Lhah ini sudah melanggar dan tidak menghormati Umat Islam, malah dapat bantuan, dan kemudian berani lagi melanggar dan tidak menggubris perasaan Umat Islam yang menjadi penduduk mayoritas. Ada apa?

Jelas itu semua mengusik perasaan umat Islam. Ingatlah do Nabi saw yang ini:

Doa Nabi Saw, Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ _أحمد ، ومسلم عن عائشة

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

 وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ _ رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amien ya Rabbal ‘alamien.

Silakan simak berikut ini.

***

Bukan Orang Miskin, Ternyata Ibu Saeni adalah Pengusaha Warteg yang Punya 3 Cabang di Beberapa Kota

Nusanews.com – Terkait dengan skandal warteg yang heboh beberapa hari kemarin,dimana media sekuler yaitu media radikal terhadap umat islam. Seperti kompas dan media sekuler lainnya serta beberapa oknum yang meng atas nama kan kemuanusia,Mereka membertitakan hal tersebut secara tandesius dan menyudutkan islam.Maka pihak ulama banten yang tergabung dengan FORUM ULAMA BANTEN turut prihatin serta berusaha melakukan peninjauan lansung guna mencari kebenaran data dan fakta di lapangan,

Setelah di lakukan survey lansung  kelapangan oleh tim ulama banten tersebut ,maka di temukanlah sebuah titik terang tentang siapa Ibuk warteg dan siapa yang memblow up berita ini secara wah sehingga skandal ini berkaitan dengan penghapusan perda secara kontroversial oleh oknum anti islam
Data sebagai berikut  dari hasil investigasi FORUM ULAMA BANTEN

*Bu Saeni bukanlah orang miskin ,tetapi merupakan salah satu pengusaha WARTEG yang mempunyai beberapa cabang di beberapa kota , *Bu Saeni bukanlah warga serang banten, melainkan adalah pengusaha warteg yang saat itu sedang melakukan kotroling di cabang-cabangnya.

* yang memblow up berita tersebut menjadi wah adalah media sekuler radikal terhadap islam yaitu  kompas  dan media sekuler yang cendrung radikal melihat islam.

*Penyumbang utama BU saeni merupakan relawan jokowi dan kompas

Dari data yang di temui di lapangan tersebut maka terlihat jelas siapa mereka yang sengaja menggunakan moment ini untuk menyudukan islam secara terorganisir dan sistemik (fb)

Nusanews.com/Rabu, Juni 15, 2016

***

Sudah Dapat Bantuan, Warteg Ibu Eni Masih Berjualan Siang Hari

Ibu Saeni1

Meski sudah dapat bantuan, Warteg Ibu Eni tetap nekat berjualan siang hari.(Rasyid Ridho/Sindonews)

SERANG – Kendati sudah mendapat bantuan dari orang yang mengaku suruhan Presiden Jokowi dan netizen, Warung Tegal (Warteg) Ibu Saeni (Eni) masih saja berjualan di siang hari.

Padahal pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang telah nyata-nyata memberikan imbauan melalui surat edaran terkait aturan jam buka rumah makan saat Ramadhan.

Bahkan Warteg yang berada di Jalan Cikepuh, Pasar Rau, Kota Serang, Banten, itu pernah ditertibkan Satpol PP. Tindakan Satpol PP yang menyita masakan di Warteg Ibu Eni itu mengundang simpati para netizen.

Mereka iba dengan Ibu Eni, meski sebenarnya Ibu Eni tak mengindahkan imbauan pemerintah setempat yang melarang pedagang berjualan di siang hari saat Ramadhan.

“Takut mah takut, tapi mau gimana lagi, usahanya bisa ini doang,” kata Saeni ditemui di warungnya, Senin (13/6/2016).

Saat ini, ibu empat orang anak ini dibantu oleh menantunya untuk memasak dan melayani pembeli yang datang di warung yang sudah beroperasi sejak lima tahun yang lalu.

“Kemarin kan sempat sakit, sehari enggak jualan. Saya nelepon dia (menantu) buatngebantuin masak, belanja. Warung buka sampai sahur,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan SINDOnews di warung tegal dengan luas 4×12 meter yang juga dijadikan tempat tinggal oleh Saeni bersama sang suami Alex, itu pelanggan tetap berdatangan.

Terlihat berbagai makanan  sudah dimasak dan disimpan di etalase, seperti sayur, tahu, tempe, daging ayam, ikan tongkol, tempe orek, sayur kangkung, telur dadar, balado, dan yang lainnya. (nag,nag)

Sumber: daerah.sindonews.com/Rasyid Ridho/Senin,  13 Juni 2016 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 432 kali, 1 untuk hari ini)