Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain: NU Online telah mengadu domba antar pengurus MUI dalam urusan Sertifikasi Da’i



Tanggapan Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain atas postingan NU Online:

NU Online telah mengadu domba antar pengurus MUI dalam urusan Sertifikasi Da’i di situsnya.

Pantaskah…?

Apa urusan MUI dengan NU Online?

MUI adalah tenda besar tempat bernaung utusan dari berbagai Ormasy Islam yg ada. Semua pengurus MUI adalah urusan berbagai Ormasy Islam. KH Ma’ruf Amin adalah utusan NU, Prof Dr Dien Syamsuddin utusan Muhammadiyah. Tengku Zulkarnain utusan Mathla’ul Anwar dan Ittihadiyah, dll. Pengurus sama kedudukannya.Tidak ada Pengurus MUI yg merupakan oknum selundupan pribadi.

Secara hirarki pelaksanaan tugas dan program selalu diputuskan dalam Rapat Pimpinan MUI kemudian ditanggungjawabi Ketua Bidang dan Wakil Sekjen Bidang tersebut dan dilaksanakan oleh Ketua Komisi.

Dalam urusan Sertifikasi Da’i misalnya, Rapat Pimpinan memutuskan pelaksanaan Da’i Bersertifikat lalu ditanggungjawabi oleh Ketua Bidang Dakwah MUI yakin KH Buchori Abdushshomad dan Wakil Sekjen Bidang Dakwah yakni Tengku Zulkarnain. Untuk kemudian dilaksanakan oleh Ketua Komisi Dakwah KH Cholil Nafis. Mengadu domba antara Tengku Zulkarnain dengan Ketua Komisi Dakwah adalah satu tindakan yg tidak pantas. Tindakan Ketua Komisi sama sekali tidak bisa dipisahkan dengan Ketua dan Sekretaris Bidang dalam menjalankan Keputusan Rapim.

Sampai di sini NU Online sudah bisa memahami hirarki tugas MUI…?

Melecehkan seolah olah ada Anggota MUI yg takut disertifikasi adalah ungkapan aneh dan lucu. Karena selama ini yg menjadi Ketua dan Sekretaris Da’i Bersertifikat MUI adalah KH Buchori Abdushshsomad dan Tengku Zulkarnain, sedangkan KH Cholil Nafis Pelaksana Lapangannya.

Saya, Tengku Zulkarnain adalah Pengurus Besar Mathla’ul Anwar selama 25 tahun, dan sekarang menjabat Wakil Ketua Komisi Fatwa Mathla’ul Anwar. Ormasy Islam tempat saya bernaung sangat bertanggung jawab akan standar kompetensi yg saya miliki, bukan Ormasy yg lain.

MUI secara Lembaga sudah resmi menolak program Sertifikasi Da’i yg digagas Kemenag dengan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan BPIP karena dinilai “rawan” dan berpotensi menekan para da’i dalam kerja mereka di lapangan. Tidak ada perpecahan dalam hal ini di MUI. Apalagi selama 75 tahun para da’i berdakwah selama ini aman aman saja. Terus kenapa rezim ngotot melaksanakannya? Bahkan Kemenag menganggap Para imam, Hafizh, bahkan yg Good Looking berpotensi menyebarkan Radikalisme. Betapa bahayanya kedudukan da’i jika kendalinya dipegang oleh oknum oknum seperti ini.

Jadi NU Online janganlah sembarangan menulis apalagi menganggap sebagian pengurus MUI sebagai “lawan”. Kita sama sama berjuang menjadikan NKRi menjadi Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur. Amin…

Jum’at, 11 September 2020

(KH Tengku Zulkarnain)

___
*NB: Antara Pernyataan KH Cholil Nafis dengan Keputusan MUI tidak ada pertentangan. MUI menolak sertifikasi yang diselenggarakan pemerintah (Kementerian Agama), namun MUI setuju program sertifikasi/peningkatan kompetensi da’i tersebut dilaksanakan oleh MUI dan Ormas Keagamaan (bukan pemerintah). Hal ini sama dengan KH Cholil Nafis yang beliau memiliki Sertifikat Dai dari MUI (bukan pemerintah). Jadi apa nya yang beda? Kok mau dibentur-benturkan?

 NU Online telah mengadu domba antar pengurus MUI dalam urusan Sertifikasi Da’i di situsnya. Pantaskah…? Apa urusan MUI…
Dikirim oleh KH Tengku Zulkarnain pada Kamis, 10 September 2020


portal-islam.id, Jumat, 11 September 2020  KABAR UMAT

***

Membongkar Total Kedok Liberal Pimred NU Online Savic Ali


Posted on 14 Mei 2015

by Nahimunkarcom


SERING MEMUAT TULISAN BERNADA ANTI SYARIAT

Islami.co situs yang diadakan oleh Savic Ali membela Ahmadiyah dan gereja gereja liar: lihat dihttp://islami.co/feature/175/8/anak-kandung-pluralisme.html

Semenjak lima tahun terakhir ini, Berita yang di muat web resmi NU sangat jauh berbeda nuansanya di banding saat ketua umum dipegang KH. Hasyim Muzadi. Apa Yang Sebenarnya terjadi ?

MEMBONGKAR AJARAN LIBERALISME DI WEBSITE NU


Savic Ali, aktivis reformasi yang bergerak dibidang literasi ini telah disibukkan dengan profesi barunya di bidang media cetak dan online. Sempat memiliki penerbitan Fresh yang dibangun saat pindah ke Jakarta, namun harus mengakhiri nafasnya di tahun 2009 saat tidak mampu lagi bertahan melawan persaingan pasar.

Saat ini ia mengelola majalah Voice+ yang juga terbit secara online dan dapat diakses lewat perangkat digital lewat internet. Selain itu juga fokus pada toko buku digital bernama Piksel Books yang saat ini sudah ada layanan aplikasinya di Google Play dan Apps.

Berikut ini adalah transkripsi dari perbincangan singkat Savic Ali via #23Tweets:

1.@savicali aktivis dan insan media yg mengelola media online dan cetak akan berbagi tentang buku pertamanya
2.sejak kecil karena sudah tumbuh di lingkungan NU @savicali menganggap Al-Quran sebagai buku pertama yg berpengaruh
3.@savicali yg kedua ada Kitab Asbah Wannadzoir,kitab tentang kaidah kaidah fiqih di islam
4.saat kuliah, To Have or to Be, Erich Fromm yg berpengaruh @savicali, mengritik gaya hidup masyarakat modern yg digerakkan modus memiliki
5.karena buku yg @savicali baca saat kuliah tahun 1993 inilah membuatnya belajar untuk berjarak dg kehidupan untuk dapat belajar
6.di bidang sastra karya-karya milik Fyodor Dostoyevsky seperti The Brothers Karamazov, menarik @savicali ttg teror mental

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,43399-lang,id-c,nasional-t,NU+Online+Adalah+Karomah+NU-.phpx

Jakarta, NU Online

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H. Abdul Mun’im DZ turut menggawangi perintisan NU Online pada tahun 2002. Kemudian diresmikan pada tahun 2003. Kini, situs yang beralamat di www.nu.or.id berusia10 tahun.

Pada waktu didirikan, NU Online hanya dilengkapi dengan peralatan terbatas, dan SDM yang seadanya. Karena itu, pengamat IT meramalkan hanya akan bertahan 6 bulan.

Tapi, ramalan itu tak benar karena bisa bertahan setahun, dua tahun. Bahkan ditahun ketiga, mendapat penghargaan situs terbaik kategori Ormas. “Alhamdulillah, ini karomah NU,” katanya disambut tangan hadirin pada sambutan Pidato Kebudayaan; salah satu rangkaian peringatan Hari Lahir ke-10 NU Online.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi NU Online, Savic Ali, mengatkan NU Online bertanggung jawab atas pemberitaan NU ke seluruh Indonesia, bahkan dunia. Di samping itu juga mengabarkan dan memberikan pandangan Islam yang moderat berhaluan Ahlu Sunah Wal-Jamaah.

Menurutnya, untuk tugas itu tak bisa dilakukan sendirian. Perlu kerjasama dengan media-media lain yang sehaluan.”Sebab, kedudukan media saat ini sangat krusial,” katanya.

Jika NU tidak punya media, puluhan juta warganya akan mengkonsumsi informasi dari media orang lain yang mungkin saja tak sehaluan dengan NU.

Hingga kini, sambung Savic, NU Online sudah memiliki puluhan ribu tulisan. Bukan hanya memberitakan apa yang dilakukan NU, tetapi juga menulis hal-hal yang terkait warga Nahdliyin secara umum.

Dari waktu ke waktu selalu melakukan perbaikan. Misalnya setahun lalu menambah rubrik baru dan mengubah tampilan, “Setahun lalu NU menambah rubrik seni budaya. Ada cerpen, puisi, dan esai  budaya. Sekarang juga ada versi mobilnya,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, ia mengatakan bahwa kini NU Online sudah dibaca sekitar 8.000 orang per hari dengan page view 20.000 orang.

Islami.co membela Ahmadiyah dan gereja gereja liar:

http://islami.co/feature/175/8/anak-kandung-pluralisme.html

Savic Ali adalah pendukung berat Jokowi-Jk. Menurutnya Dosa Prabowo yang didukung banyak Kiai NU Jawa Timur dosanya melebihi Koruptor.

Pendukung loyal Jokowi ini bahkan menyebutkan bahwa dosa Prabowo dalam hal penculikan, melebihi dosanya para koruptor.” Bowo itu layaknya diadili, karna bertanggungjawab penculikan-penyiksaan. Dosanya melebihi koruptor,” tulis @savicali.

http://www.intelijen.co.id/pro-jokowi-dosa-prabowo-lebihi-koruptor/

Padahal berbagai pesantren NU di Jawa Timur membuat seruan khusus untuk mendukung Prabowo seperti PP Lirboyo dan Ploso. Tapi menurut Savic Ali jika Prabowo jadi Presiden RI, Reformasi akan Masuk Jurang.

Pemimpin Redaksi NU Online, Savic Ali, terus mengecam pencapresan Prabowo Subianto. Bahkan sosok yang mengaku sebagai “Gusdurian” ini bertekad membendung kemenangan Prabowo Subianto. “Apapun, aku akan bekerja agar Prabowo gak memimpin Indonesia. Reformasi masuk jurang jika orang gila macam dia jadi Presiden RI,” tulis Savic di akun Twitter @savicali.

http://www.intelijen.co.id/gusdurian-prabowo-jadi-presiden-ri-reformasi-masuk-jurang/

INI SEBAGIAN ARTIKEL DI WEB NU:
MENGHUJAT PERANG PADERI IMAM BONJOL

http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,51367-lang,id-c,nasional-t,Paderi++Embrio+Gerakan+Kelompok+Radikal+di+Indonesia-.phpx

Siapa itu paderi: http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Padri

SERING MEMUAT TULISAN BERNADA ANTI SYARIAT DARI GUS DUR:
1. http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,6-id,51840-lang,id-c,taushiyah-t,Syari+rsquo+atisasi+dan+Bank+Syari+ah-.phpx

  1. http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,6-id,51293-lang,id-c,taushiyah-t,Arabisasi++Samakah+dengan+Islamisasi+-.phpx
  2. http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,6-id,50899-lang,id-c,taushiyah-t,Negara+Islam++Adakah+Konsepnya+-.phpx
  3. http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,6-id,50899-lang,id-c,taushiyah-t,Negara+Islam++Adakah+Konsepnya+-.phpx
  4. http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fm.nu.or.id%2Fa%2Cpublic-m%2Cdinamic-s%2Cdetail-ids%2C44-id%2C41402-lang%2Cid-c%2Cnasional-t%2CPWNU%2Bdan%2BLDII%2BSumut%2BJalin%2BKerjasama-.phpx&h=aAQGYYWnB
  5. http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fm.nu.or.id%2Fa%2Cpublic-m%2Cdinamic-s%2Cdetail-ids%2C44-id%2C45273-lang%2Cid-c%2Cnasional-t%2CGus%2BMus%2B%2BWarga%2BNU%2BMesti%2BHargai%2BPerbedaan-.phpx&h=aAQGYYWnB
  6. http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fm.nu.or.id%2Fa%2Cpublic-m%2Cdinamic-s%2Cdetail-ids%2C1-id%2C12610-lang%2Cid-c%2Cwarta-t%2CGus%2BMus%2BMengaku%2BTak%2BMengerti%2BJalan%2BPikir%2BFPI-.phpx&h=aAQGYYWnB
  7. Karya Zuhairi Misrawi: http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fm.nu.or.id%2Fa%2Cpublic-m%2Cdinamic-s%2Cdetail-ids%2C12-id%2C12157-lang%2Cid-c%2Cbuku-t%2CAl%2BQuran%2Bsebagai%2BFundamen%2BToleransi-.phpx&h=aAQGYYWnB
  8. Memuat artikel yang mengatakan bahwa Maulana Malik Ibrahim Gresik bukan bagian dari wali songo, tetapi sebaliknya mengatakan bahwa syeh siti jenar justru bagian dari walisongo

http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,3-id,38923-lang,id-c,risalah+redaksi-t,Wali+Songo++Lebih+dari+Sekedar+Keyakinan+Masyarakat-.phpx

sumber: nugarisluruscom,5 Mei 2015

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 542 kali, 1 untuk hari ini)