SUKOHARJO – Saat istirahat jeda ujian murid SD Kwarasan 1, Grogol, Sukoharjo, satu pekan yang lalu, kedatangan 5 warga Keturunan Cina yang mengatasnamakan ‘Komunitas Cinta Anak Indonesia’. Mereka berniat membagikan snack kepada semua siswa termasuk para guru SD tersebut.

“Itu mereka datang kalau nggak salah Jumat pagi waktu murid istirahat, pada jadwal ujian. Sekitar 5 orang Cina semua,” kata Al Amin Kepala Sekolah SD setempat pada Panjimas, Sabtu (23/12/2017).

Aksi beberapa misionaris tersebut menurut Amin usai meminta ijin, kemudian masuk ke kelas-kelas memberikan orasi dan membagikan minuman kemasan, makanan ringan, permen dan sebuah stiker bertuliskan ‘Tuhan Mengasihi Saya, Tuhan Mengasihi Indonesia, Tuhan Mengasihi Dunia, Saya Mengasihi Tuhan’ yang dibungkus plastik ditali dengan pita warna merah putih.

Amin mengaku kawatir dengan permen yang tidak ada keterangan publik. Usai dibagikan dia lantas meminta semua murid mengumpulkan kembali snack sebanyak 150 bungkus itu untuk ditindak lanjuti.

“Selain ada stiker seperti itu, kita juga takut makanannya itu ada permen nanti bisa keracunan atau kenapa-kenapa. Maka kita serahkan ke Puskesmas untuk diteliti lebih lanjut. Hingga satu Minggu ini tidak ada jawaban dari Puskesmas. Sudah satu Minggu malah ada yang berubah bentuk, mungkin nanti akan kita bakar,” paparnya.

Sementara itu, Ustadzah Dewi Purnamawati, aktifis anti pemurtadan Solo mengatakan bahwa aksi semacam itu sudah masuk kategori kristenisasi terselubung. Dia menyarankan siapa saja yang mendapati kegiatan tersebut, Poto, videokan, dan minta identitas yang bersangkutan kemudian diviralkan.

“Ayo Laskar dan umat Islam bergerak. Kalau ada seperti itu kita viralkan, dipoto, divideokan dan minta KTP yang bersangkutan. Biar kapok mereka, pelaku harus dilaporkan ke berwajib,” tegasnya.

“Ini sudah masuk kristenisasi, karena mereka datang kepada orang muslim,” imbuhnya. [SY]

Sumber: panjimas.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.307 kali, 1 untuk hari ini)