BOGOR (Arrahmah.com) – Jamaah kaum Muslimin dan Muslimat memadati ruangan Khadijah Masjid Az Zikra Sentul, Bogor, untuk menyimak tausiyah dan mauidzah hasanah dari Ulama, Habaib, dan Asatidz dalam tabligh akbar dan sinergi umat dengan tema “Umat bersatu kokohkan ASWAJA (Ahlusunnah wal Jamaah).” Ahad (22/2/2015).

Pantauan Arrahmah.com di lokasi, di dalam ruangan AC berkapasitas 2000 orang ini umat Islam mulai jam 08.00 terus berdatangan untuk mensyiarkan acara yang berlangsung dari pagi hingga sore tersebut. Nampak antusiasme kaum Muslimin mendengarkan para pembicara yang menyampaikan mulianya Islam dan bahaya dan sesatnya Syiah.

Dalam sambutannya Juru Bicara Majelis Az Zikra, Ustadz Ahmad Syuhada mengatakan bahwa acara ini untuk menyatukan visi dan misi kaum Muslimin untuk istiqomah pada Islam Ahlusunnah wal Jamaah berdasarkan Al quran dan Sunnah.

Sementara Khotib Kholil Ketua Yayasan Az Zikra menyampaikan permohonan maaf Ustadz Arifin Ilham. Katanya, beliau berhalangan hadir karena mengahadiri jadwal acaranya di luar kota yang sudah dijadwalkan 3 bulan yang lalu.

Dari para pembicara yang telah dijadwalkan, yang tampak hadir di pagi hari adalah KH. Idrus Romli, Ustadz Abdullah SS (MM), Ustadz Abu Harits (FIPS), dan Ustadz Mintarsa (LDKI). Sementara pada sesi ba’da sholat Zuhur tampak para pembicara yang hadir KH. Haikal Hasan (Condet), KH. Muhammad Al Khaththath, Munarman SH, dan Ustadz Badruzzaman.

Secara keseluruhan acara berlangsung baik, aman dan penuh semangat kaum Muslimin. Namun sebuah riak kecil yang tidak berarti mewarnai acara ini. Informasi dari pihak laskar yang bertugas mengamankan acara di lokasi melaporkan bahwa di depan pintu gerbang menuju Masjid Az Zikra sejumlah ibu-ibu memprovokasi kepada jamaah yang baru datang bahwa acara yang menjelaskan dusta Syiah ini tidak jadi dilangsungkan. Namun upaya provokasi ini cepat ditangani oleh oleh para laskar. Pelaku provokasi yang berjumlah 7 orang dilaporkan kabur menggunakan mobil.(azmuttaqin/arrahmah.com) A. Z. Muttaqin Senin, 4 Jumadil Awwal 1436 H / 23 Februari 2015 07:25

***

Idrus Romli: “Kalau ada orang NU yang bela Syiah itu oknum”

Z. Muttaqin Senin, 4 Jumadil Awwal 1436 H / 23 Februari 2015 11:2

BOGOR (Arrahmah.com) – Dalam pertemuan terbatas para ulama dan panitia acara serta diikuti pula oleh sejumlah jurnalis, usai acara tabligh akbar dan sinergi umat dengan tema “Umat bersatu kokohkan ASWAJA (Ahlusunnah wal Jamaah),” Bogor, Ahad (22/2/2015), Pengasuh Pondok pesantren Sidogiri Pasuruan, Jawa Timur, KH Idrus Ramli didaulat menceritakan beberapa pengalamannya dalam menghadapi kelompok pendusta, Syiah.

Kiai getol menjelaskan dengan gamblang bagaimana Ormas Islam Nahdhatul Ulama (NU) sejak awal berdirinya menjadi benteng Ahlussunnah wal Jamaah secara aqidah, intelektual dan ilmiah dalam menghadapi aqidah sesat Syiah di seluruh penjuru Nusantara. Secara institusi NU anti Syiah.

“Kalau ada orang NU yang membela Syiah itu adalah oknum,” jelas anggota Dewan Pakar ASWAJA Center PWNU Jawa Timur ini.

Pernyataan Kiai itu diutarakan menjawab pertanyaan Ustadz Abdullah Robbani dari Majelis Mujahidin, bagaimana sikap NU sesungguhnya terhadap Syiah. Ini pertanyaan yang sama juga di benak banyak warga masyarakat terkait hal itu. Apalagi dalam tayangan di Youtube ada pernyataan ketua Umum PBNU Aqil Siradj yang membela Syiah dan menghina warga Nahdliyyin.

“Hadratus Syaikh (KH. Hasyim Asyari-red) telah menegaskan bahwa syiah sesat dan sebagian ajarannya kafir,” tambah KH. Idrus Ramli.

Anggota Bahtsul Masail NU ini juga mengungkapkan bahwa kultur muslim Indonesia adalah menolak Syiah. Hanya Syiah memutar balikkan informasi dan membuat dusta seputar umat Islam Indonesia dan NU.

Dia juga mengungkapkan dalam banyak perdebatan ilmiyah dengan Syiah di berbagai tempat dari sabang sampai Merauke yang telah di ikutinya, Syiah berdusta dan ngeles saat sudah terpojok dengan ditunjukkan kitab-kitab mereka sendiri. Biasanya mereka ngeles dengan mengatakan “Hadits dalam kitab itu tidak mu’tabar” dan “Itukan syiahnya Ijabi, ABI tidak demikian,” dan lain lain.

“Kalau bukan taqiyah bukan Syiah namanya,” simpul Kiai .(azmuttaqin/arrahmah.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.738 kali, 1 untuk hari ini)