Waspada, Yusuf Mansur bikin moneygame baru

  • Paytren Aset Manajemen Milik Yusuf Mansur, Bubar!


Yusuf Mansur dan PAM (PayTren Aset Manajemen)-nya. Bubar di usia dua tahun (Foto : cnnindonesia)

 

***

Waspada, Yusuf Mansur bikin moneygame baru

Masih ingat Paytren? Sekarang sudah meredup. Sebentar lagi akan lenyap. Semua MLM skema piramida seperti itu. Dan seperti ketagihan Yusuf Mansur kini bikin moneygame baru. Namanya Treninet.

Kebohongan Yusuf mansur di Paytren

Ini salah satu video yang fenomenal. Ada banyak video semacam ini dengan nada yang sama.

https://youtu.be/QGTCSg15fDo

Point penting: Yusuf Mansur berkata:

  • Kata siapa nyari duit susah. Nyarinya di Paytren. Gampang banget.
  • Kata siapa nyari kerja susah. ada pekerjaan yang gampang banget dicarinya. bahkan bisa jadi usaha. Namanya paytren.
  • Siapa bilang bangun rumah, susah, siapa bilang beli mobil susah? kagak. Udeh pake paytren.
  • Kata siapa pergi haji pergi umroh susah? belum kenal Paytren dia.

Buat Yusuf Mansur, kebohongan itu masih taraf normal. Ada banyak kebohongan yang parah. Akan membeli Barcelona, menyatukan Barcelona dan Real Mardidi, membeli semua gedung di jalan Gajah Mada. Membeli BCA, membeli BII, sampai membeli Singapura.

Matematika yang membuktikan Yusuf Bohong

Membuktikan bohongnya Yusuf Mansur itu mudah. Tak perlu ngehack server Paytren. Cukup perhitungan Matematika saja. Cukup pakai Excel.

Baca juga: Peluang bisnis online yang cocok untuk Anda.
Supaya tau bahwa peluang itu bukan berarti gampang.

Tabel berikut dengan asumsi mitra Paytren sudah 1 juta orang. Dianggap kondisi ideal dimana setiap member mandapakan maksimal 2 downline. Satu dikiri, satu dikanan. Juga dianggap jaringan membentuk jaringan binary sempurna. Reward Paytren dalam salah satu promosiny, jaringan dibawah ada 200, dapat handphone, 500 dapat tour, 3000 dapat motor, 6000 dapat umroh, 30.000 dapat Honda Brio, 100.000 dapat Pajero.

Bila total member Paytren 1 juta, 8980.000 diantaranya mendapat zonk.

Perhitungan itu akan menunjukkan bahwa

  • Hampir 90% mitra paytren hanya mendapat zonk. Mereka hanya mempunya satu dua mitra di bawahnya. Kebanyakan malah tidak ada mitra dibawahnya sama sekali. Modal untuk membeli aplikasi Paytren menguap sia-sia. Dan modal yang dikeluarkan bisa sampai jutaan rupiah.
  • Hanya 9% lebih sedikit mitra yang untung sekedarnya, sekedar balik modal, bukan untung yang bisa menghidupi keluarga dan bisa disebut ‘usaha’.
  • Hanya 0,5% member Paytren yang mendapat reward yang signifikan. Paling banyak cuma reward jalan-jalan.

Perhitungan di atas dengan asumsi bagus. prosentase yang mendapat zonk akan lebih besar kalau jaringan tak membentuk binary sempurna dan setiap member tidak merata dalam mendapatkan downline.

Tapi mungkin mitra Paytren dapat duit dari jualan pulsa?

Jangan harap. Token di Paytren lebih mahal dari aplikasi lain yang gratisan. Jadi dapat duit dalam arti kata penghasilan berarti dari jualan pulsa dan token di paytren sama saja: Ngibul banget.

Satu-satunya cara dapat penghasilan di Paytren adalah rekrut member baru. Untuk sebagian kecil memang ada yang dapat reward mahal. Tapi setiap satu orang yang mendapat reward itu, dibawahnya ada ratusan ribu orang yang mendapat zonk.

Mau bukti faktual?

Sekarang sudah tahap jelang bubar, bukti gampang diperoleh. Tanya saja member Paytren yang baru masuk setahun belakangan. Apakah mereka bisa cari duit di Paytren? Tidak. Tidak dengan jualan token, tidak pula dengan rekrut member.

Bukti kebohongan itu mudah saja ditemukan di internal Paytren sendiri. Tinggal buka berapa orang yang membeli lisensi Paytren dan belum mendapat downline. Merekalah yang rugi.

Pada akhirnya, di setiap skema piramida apapun, orang yang rugi jauh lebih banyak dari orang yang untung. Tak percaya? Minta saja data dari Yusuf Mansur. Ada databasenya.

Waspada, Yusuf Mansur bikin moneygame baru: Treninet

Paytren sudah hampir mati. Sudah tak ada penghasilan Yusuf Mansur dari jualan barang gratisan dengan harga sampai 10 juta rupiah.

Sebagai seorang ‘businessman’ tulen, dia kini mencari cara lain. MLM juga, dan skema piramida juga. Namanya Treni Net.

Sekilas ini MLM yang biasa saja. Orang bisa daftar nyaris tanpa biaya dan tak perlu beli produk. Dengan demikian tak melanggar permendag No. No. 70 2019.

Tapi itu hanya tipu daya. Hanya mendaftar gratis itu orang tak bisa apa-apa. Hanya mendapat komisi dari penjualan produk, tidak bisa dapat komisi sponsorship. Hanya bisa jual produk yang tidak laku dipasaran.

Jadi mitra reguler itu gratis. Tapi tak dapat untung apa-apa. Jual produk? Tak laku.

Untuk bisa mendapat bonus sponsporship dan lainnya, orang harus naik level menjadi Mitra Bisnis premier. Syaratnya membeli produk senilai beberapa ratus ribu rupiah. Atau menjadi Mitra Bisnis Signature, membeli produk sampai belasan juta rupiah.

Untuk jadi mitra sesungguhnya, harus membeli produk ratusan ribu sampai jutaan.

Dan itu sesungguhnya melanggar permendag No. 70 2019: MLM dilarang mewajibkan member memberli produk untuk naik peringkat.

Yang super mengherankan, skema marketing seperti itu mendapat SIUPL dari Kementerian Perdagangan. Apakah orang-orang di kementerian perdagangan itu terlalu bodoh dan gapang dibohongi dengan skema seperti itu?

bahasbisnis.com Oleh Brahm Anuga · Dipublikasikan Februari 15, 2020 · Di Update Februari 16, 2020

 

***

 

Paytren Aset Manajemen Milik Yusuf Mansur, Bubar!

Oleh: HM Joesoef (Wartawan Senior)

 
 

Yusuf Mansur dan PAM-nya. Bubar diusia dua tahun (Foto : cnnindonesia)

Khabar itu datang dari lantai bursa, Rabu (12/2) kemarin. Reksa Dana Syariah PayTren Aset Manajemen Syariah milik Yusuf Mansur akhirnya bubar jalan. Pasalnya, PayTren Aset Manajemen (PAM) tidak bisa memenuhi syarat minimal dana kelolaan reksa dana yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Peraturan OJK Nomor 23 tahun 2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, pasal 45 disebutkan, reksa dana dapat dilikuidasi bila dana kelolaan reksa dana dalam jangka waktu 90 hari bursa sejak dinyatakan efektif, kurang dari Rp 10 miliar. Begitu pula dengan reksa dana terproteksi, reksa dana dengan penjaminan dan reksa dana indeks akan dibubarkan jika selama 120 hari bursa dana kelolaan tidak mencapai Rp 10 miliar. Selama ini, PAM tercatat mengelola beberapa reksa dana syariah, antara lain, reksa dana saham PAM Syariah Saham Dana Falah serta reksa dana pasar uang PAM Syariah Likuid Dana Safa.

Mengapa PAM tidak mampu menghimpun dana kelolaan sebesar Rp 10 milyar? Menurut Direktur Utama PAM, Ayu Widuri, karena investornya didominasi investor di sektor ritel yang nilai investasi tidak besar. Karena dana yang dihimpun tidak besar, akhirnya tidak bisa memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh OJK.

Para punggawa PAM saat peluncuran PAM 2017 lalu (Foto : Okezone)

Reksa Dana Syariah besutan Yusuf Mansur itu lahir di kuartal akhir tahun 2017. Dengan Reksa Dana syariah tersebut Yusuf bermimpi memiliki perusahaan investasi berskala internasional. Oleh sebab itu, sejak akhir 2017 itu, Yusuf, menurut pengakuannya, telah menjajaki bermitra dengan perusahaan skala internasional.

“Kita berangkat ke beberapa negara untuk membeli perusahaan-perusahaan yang ada di sana. So far sih baru satu, ini perusahaan teknologi. Nanti akan kita umumkan pada waktunya,” tutur Yusuf di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/12/2017). Untuk mewujudkan mimpinya itu, Yusuf akan melakukan penghimpunan dana di Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Paytren Asset Management milik Yusuf Mansur sebagai manajemen investasi syariah pertama di Indonesia bisa menjadi contoh untuk mendorong tumbuh-kembangnya investor dalam usaha serupa.

Di Indonesia, perusahaan investasi sudah banyak. Tetapi, yang syariah, baru ada PAM. Karena itu, Oktober 2017, seusai PAM mendapat izin, pihak OJK memberi apresiasi yang tinggi. “Manajer investasi sudah banyak, sedangkan yang syariah baru Yusuf Mansur,” kata Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sugianto, Jumat (27/10/2017).

Tetapi, harapan OJK rupanya kandas di tengah jalan. Baru berkiprah selama 2 tahun, sudah rontok di tengah jalan. Mengapa tidak mampu menghimpun dana masyarakat? Selain alasan bahwa investornya bergerak di bidang retil, dan karena itu investasinya kecil, ada alasan yang lebih mendasar. Yakni, faktor kepercayaan.

Yusuf Mansur lupa, bahwa dirinya, sejak tahun 2010, mengalami krisis kepercayaan. Hal itu bermula dari investasi batu bara yang gagal pada Januari 2010, lalu Patungan Usaha dan Patungan Aset (2012-2013), Condotel Moya Vidi (2013-2014), Nabung Tanah (2014), Veritra Sentosa Internasional (2013-2014) yang merupakan cikal bakal PayTren, adalah beberapa bisnis Yusuf Mansur yang gagal dan menyisakan persoalan yang tak pernah kunjung berakhir.

Watak dasar Yusuf Mansur tidak pernah menyelesaikan jika ada masalah, menjadi saham terbesar kemerosotan kepercayaan itu. Semua bisnis yang disebut diatas berakhir dengan tanpa solusi, termasuk tidak kembalinya investasi yang telah ditanam. Tetapi Yusuf Mansur tetap saja melaju dengan mimpi-mimpinya. Kasus-kasus yang tidak diselesaikan secara menyeluruh itulah yang membuat namanya kehilangan kepercayaan.

Sedikitnya 5 judul buku telah ditulis untuk memberi teguran kepada Yusuf Mansur. Tetapi, ia tak menghiraukan. Tetap saja, Yusuf Mansur melaju dengan ide-ide baru dan mimpi-mimpinya itu. Ketika nama tercemar, kepercayaan merosot, ia muncul dengan membuka perusahaan investasi. Meskipun judulnya ada syariahnya, kepercayaan orang sudah turun sangat tajam. Akibatnya, Yusuf yang bermimpi bisa menghimpun dana trilyunan rupiah, ternyata untuk memenuhi dana pengelolaan yang Rp 10 milyar saja tidak bisa memenuhinya.

Pasca bubarnya PAM, persoalan baru akan muncul. Bagaimana dengan investasi yang telah ditanam para investor? Akankah mengalami seperti yang sudah-sudah? Sejarah yang akan mencatatnya.

https://thayyibah.com/

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 5.536 kali, 1 untuk hari ini)