SURAT PERNYATAAN SIKAP ANNAS DKI JAKARTA

1. ANNAS DKI JAKARTA menyerukan kepada umat untuk memperkokoh Aqidah Ahlussunnah wa Jamaah, dengan saling hormat menghormati dan toleransi dlm perbedaan di ranah furuiyyah.
2. ANNAS DKI JAKARTA mendesak kepada MUI Pusat untuk mengeluarkan Fatwa tentang Syiah sebagai Ajaran yang Sesat dan Menyesatkan.
3. ANNAS DKI JAKARTA menyerukan kepada Pemerintah Pusat, TNI-POLRI, Kejaksaan, BIN dan aparat lainnya untuk mewaspadai ancaman ekspansi ideologi Syiah Iran yang mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI.
4. ANNAS DKI JAKARTA mendesak kepada Pemerintah Pusat untuk menyetop kerjasama kebudayaan, pendidikan dan keagamaan dengan Republik Iran dan menutup Islamic Cultural Center (ICC).
5. ANNAS DKI JAKARTA mendesak kepada pihak kerajaan Saudi Arabia agar melarang Jamaah Syiah Iran untuk melakukan Ibadah Haji.

Demikian Surat Pernyataan Sikap ini dibuat untuk menjadi perhatian.

Jakarta, 25 Oktober 2015
Ketua ANNAS DKI Jakarta
Habib Abu Bakar bin Zen Al Habsyi.

Via Faishal Ali

Diskusi – Fiqh – Aqidah – Akhlak / 26 Okt 2015/plus.google.com

***

ANNAS (Aliansi Nasional Anti Syiah).

Sekilas Tentang ANNAS

ANas

Aliansi Nasiaonal Anti Syi’ah atau  biasa disebut dengan istilah ANNAS adalah sebuah Organisasi Islam yang khusus menangani, menanggulangi dan melindungi Aqidah Umat Islam dari ajaran Sesat Syi’ah.

ANNAS didirikan berdasarkan hasil “Musyawarah Ulama dan Umat Islam Indonesia ke-2” pada tanggal 22 April 2012 bertempat di Masjid Al-Fajr, Jl. Cijagra Buah Batu Bandung Provinsi Jawa Barat. Yang bertujuan untunk membentengi umat Islam dari ajaran sesat Syi’ah yang saat ini mulai marak di Indonesia dan berani menampilkan diri dan bangga dengan kesesatannya.

ANNAS resmi dideklarasikan dengan dihadiri lebih dari 200 ‘ulama dan Tokoh Muslim dari seluruh Indonesia, diantaranya seluruh Jawa, Sumbawa, Madura, Sulawesi, Kalimantan, Aceh, Medan dan lain-lain. Pada saat deklarasi tersebut di awali dengan penyampaian orasi oleh Al-Mukarrom : KH. Abdul Hamid Baidlowi, Tokoh Nahdhotul Ulama (NU) dan Pengasuh Ponpes Al Wahdah Lasem Rembang Jateng; Prof. DR. KH. Muslim Ibrahim, MA, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh; KH. Muhammad Said Abdus Shamad, Lc., Ketua Lembaga Penelitian Pengkajian Islam (LPPI) Makasar, Tokoh Muhammadiyah Makasar; Prof. DR. KH. M. Abdurrahman, MA., Ketua Umum Persatuan Islam (PERSIS); Drs. KH. Abdul Muis Abdullah, Ketua MUI Balikpapan; KH. Ahmad Cholil Ridwan, Lc., Ketua MUI Pusat, Sesepuh Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantren Seluruh Indonesia;  Habib Zein Al Kaff, Ketua Fron Anti Aliran Sesat (FAAS) Jawa Timur, Pengurus MUI Jawa Timur; Drs. KH. Lailurrohman, Lc., Badan Silaturahim Ulama Pesantren Madura (BASSRA) Madura, Pengasuh Ponpes Umul Quro Madura; KH. Muhammad Alkhaththath, Sekjen Forum Umat Islam (FUI); Ust. Farid Ahmad Okbah, MA., Ketua Islamic Centre Al-Islam, Bekasi; Prof. DR. Muhammad Baharun, Ketua MUI Pusat Bidang Hukum dan Perundang-undangan; KH. Athian Ali M. Da’I, Lc., MA., Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) yang sekaligus dilantuk Menjadi Ketua ANNAS Pusat.

By: annassubang

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.282 kali, 1 untuk hari ini)