Siaran programa Al-Qur’an namun berupaya mentahrifnya (mengubahnya) disebarkan lewat beberapa program oleh orang syiah bernama Ayed Al-fadhi.

Waspadalah terhadap bahaya syiah lewat programa Al-Qur’an ini.

  Qur Syiah

Perlu dilacak, apakah programa itu ada kaitannya dengan Oknum MUI (Majelis Ulama Indonesia) atau tidak. Karena oknum MUI ada yang pernah membanggakan diri mengaku bekerjasama dengan lembaga Syiah di Karbala Irak. Bahkan dia juga yang “membujuk” agar diadakan seminar di perguran-perguruan tinggi di antaranya di Solo Jawa Tengah dengan agar menghadirkan dubes dari Suriah belum lama ini. Padahal pemerintah Suriah Bashar Assad justru penguasa syiah Nushairyah yang membantai 110 ribuan umat Islam.  Alhamdulillah rencana seminar yang berbau bela syiah itu diprotes para ulama dan umat Islam Solo, akibatnya dibatalkan seblum waktunya.lihat https://www.nahimunkar.org/ditolak-elemen-islam-mui-solo-seminar-internasional-di-ums-batal/

Yang berhubungan dengan Syiah Irak, orang MUI itu adalah Muhyiddin Junaidi.

Muhyiddin Junaidi dari MUI berkata kepada Republika: “Beberapa waktu lalu, kami diundang ke Irak dan telah menandatangani kerja sama dengan Pusat Kajian Alquran di Irak yang berpusat di Karbala. Walaupun berbeda mazhab, kita ingin sama-sama sharing untuk meningkatkan metodologi hafalan Alquran.” . (Republika, KH Muhyiddin Junaidi MA, Umat Harus Waspadai Konspirasi Musuh

Minggu, 13 Februari 2011 pukul 11:47:00).

Untuk lebih mewaspadai, apakah programa Al-Qur’an dari orang Syiah di Karbala dalam gambar tersebut di atas ada kaitannya dengan oknum MUI di Jakarta, mari kita simak kembali cuplikan artikel nahimunkar.com berjudul Syi’ah Memusuhi Islam Bersekongkol dengan Para Pengkhianat 4 January 2012 berikut ini.

Yang lebih menyedihkan terutama bagi Ummat Islam Indonesia, di saat Ummat Islam (Sunni) dimusuhi oleh syi’ah di pusatnya di dunia yakni Iran, justru oknum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat berbangga bekerjasama dengan Iran dalam bidang riset/ penelitian (agama). Surat kabar yang mewawancarainya (Republika) pun tampak membeberkan dengan lantangnya.

Sebagian wawancara Republika dengan orang MUI sebagai berikut:

MUI telah mencoba melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan organisasi-organisasi Islam di luar negeri.

Beberapa waktu lalu, kami diundang ke Irak dan telah menandatangani kerja sama dengan Pusat Kajian Alquran di Irak yang berpusat di Karbala. Walaupun berbeda mazhab, kita ingin sama-sama sharing untuk meningkatkan metodologi hafalan Alquran. Kami bertemu dengan tokoh di Irak, baik Suni maupun Syiah. Bahkan, mereka sangat mengapresiasi kunjungan kita ke Irak di tengah-tengah situasi kemanan yang menurut berita internasional kurang kondusif.

Kita ingin menjalin kerja sama dengan umat Islam walaupun berbeda aliran/mazhab. Kita sadar bahwa musuh-musuh Islam selalu berupaya melemahkan Islam dengan mengadu domba antara Syiah dan Sunni. Kita tak mau itu terjadi. Syiah itu tak seperti Ahmadiyah karena Syiah adalah mazhab yang diakui dunia Islam.

(Pada bagian lain dikemukakan):

MUI juga akan melakukan riset bersama di Iran tentang peradaban Islam. Mereka bisa melakukan riset mengenai peran MUI dalam merekatkan ukhuwah Islamiyah dan ormas-ormas Islam di Indonesia. (Republika, KH Muhyiddin Junaidi MA, Umat Harus Waspadai Konspirasi Musuh

Minggu, 13 Februari 2011 pukul 11:47:00).

Bagaimana tidak meleknya itu orang MUI padahal Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri. Ketika Ummat Islam sedunia prihatin dengan jahatnya Syi’ah di Iran terhadap Ummat Islam (Sunni), sampai mendirikan masjid saja dilarang, lalu shalat di rumah-rumah secara berjama’ah juga diserbu lalu imamnya ditangkap dan tempat ibadahnya disegel, lha kok MUI malah membanggakan gandeng tangannya dengan Iran yang memusuhi Islam. Bahkan menipu Ummat bahwa Syi’ah itu madzhab yang diakui dunia Islam. Padahal dunia Islam memahami bahwa syi’ah itu adalah terhitung induk kesesatan.

Tampaknya akhir-akhir ini isi dan lakon MUI Pusat sangat mengecewakan bagi Ummat Islam yang masih punya ghirah Islamiyah. Ada tokoh MUI yang memasukkan dengan sengaja orang dari aliran yang difatwakan sesat oleh MUI ikut rapat dalam Munas di Pondok Gede Jakarta Januari 2011. Ada yang memberi sertifikat bahwa satu lembaga training terkemuka –yang telah difatwakan sesat menyesatkan oleh mufti di Malaysia– adalah sesuai syari’at. Padahal masyarakat banyak yang tahu bahwa lembaga training itu jelas banyak menyimpang dari aqidah Islam, memaknai Asmaul Husna semaunya, dan menafsirkan ayat Al-Qur’an semaunya. Bahkan mengkombinasikan aqidah Islam dengan ajaran lain (menurut penelitian seorang yang tinggal di Belanda, berkaitan dengan ajaran sinkretisme NAM –New Age Movement). Namun oleh MUI dianggap sesuai syari’at.

Masih ditambah lagi dengan oknum MUI yang lain lagi dan duduk di kursi Ketua MUI, membanggakan kerjasamanya dengan pihak (syi’ah) Iran yang jelas-jelas memusuhi Islam bahkan melebihi orang-orang negeri kafir.

Selengkapnya dapat dibaca di nahimunkar.com dalam judul Syi’ah Memusuhi Islam Bersekongkol dengan Para Pengkhianat https://www.nahimunkar.org/syiah-memusuhi-islam-bersekongkol-dengan-para-pengkhianat/

(nahimunkar.com)