JAKARTA– Guru Besar Universitas Indonesia, Prof Salim Said mengatakan Indonesia harus mewaspadai lahinya gerakan Komunisme Gaya Baru (KGB). Gerakan ini akan memasukkan nilai-nilai komunisme ke dalam gerakan lain tanpa menyebut nama komunis.
“Komunisme secara kelembagaan di Indonesia sudah bangkrut. PKI (Partai Komunis Indonesia) berkembang di dalam pemerintah yang berezim otoriter bukan demokratis,” ujarnya saat menghadiri Halaqoh Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia, di Kantor MUI Jakarta, Rabu (1/10).
Salim melanjutkan saat ini berbeda jauh dengan zaman saat PKI timbul dan berkembang. Menurutnya PKI hanya bisa tumbuh di zaman yang otoriter, seperti yang terjadi sebelum reformasi.
“Namun sebaliknya, PKI tidak bisa hidup di era demokrasi. Sebab PKI tidak memiliki common enemy, untuk dijadikan bahan konsolidasi,” jelasnya seperti yang dilansir Republika Online, Rabu (01/10/2014).
Citra PKI menjadi buruk usai gerakan 30 September 1956. PKI dianggap mendalangi sejumlah pembunuhan terhadap para jendral di Jakarta. Sejak saat itu, nama PKI meredup dan organisasi tersebut menjadi salah satu organisasi yang dilarang di Indonesia.
Memperingati sejarah G30S/PKI, MUI menggelar halaqoh Nasional yang mengangakat tema,”Mewaspadai Gejala Kebangkitan Komunisme Gaya Baru di Indonesia”.
Acara tesebut diangkat dengan harapan agara Masyarakat tetap mewaspadai gerakan komunisme di Indonesia. [syahid/voa-islam.com] Jum’at, 9 Zulhijjah 1435 H / 3 Oktober 2014 10:15 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.839 kali, 1 untuk hari ini)