Sun, 14/12/2014 – 19:20

JAKARTA, 14/12/14 (SOLUSInews): Aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor kini sudah bergeser dari ruangan ke jalanan. Pelaku Curanmor kini mulai menyasar kendaraan yang ditunggangi pemiliknya, terutama pengendara perempuan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, mengungkapkan, pelaku kejahatan curanmor kini berubah menjadi begal. Mereka mengintai target pengendara perempuan.

“Mereka (pembegal) beralih ke perempuan yang sedang mengendarai motor. Mereka akan mengikuti sampai tempat sepi baru dibegal,” Rikwanto, saat ditemui di Sport Center Hanggar, Pancoran, Jakarta, Minggu (14/12/14).

Incaran begal, kata Rikwanto, adalah tas sang pengendara. Sebab, banyak pengendara perempuan menggantunkan tas di pundak, saat mengendarai sepeda motor.

“Itu jadi sasaran para penjambret. Saya harap para pengendara motor khususnya perempuan agar tasnya di gemblok di belakang atau dicantol, kemudian ditutupi dengan jaket,” demikian Rikwanto mengimbau./solusinews.com


 

Tren Kejahatan Jalanan di Ibu Kota Naik

 

Polda Metro Jaya mencatat setiap hari terjadi dua aksi kejahatan jalanan di Ibu Kota. Kejahatan jalanan ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu.(ilust/sindophoto)

JAKARTA – Polda Metro Jaya mencatat setiap hari terjadi dua aksi kejahatan jalanan di Ibu Kota. Kejahatan jalanan ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan, berdasar data sejak Januari hingga November ini tercatat 513 kasus penjambretan dan 279 kasus penodogan.

“Kalau dirata-ratakan ya 46 kasus per bulan atau sekitar dua kasus setiap hari. Dari 513 kasus ini, 408 kasus di antaranya diselesaikan,” ungkap Rikwanto kepada wartawan, Minggu (14/12/2014).

Menurut Rikwanto, tren kejahatan penjambretan ini cenderung mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya terutama mendekati hari-hari besar.

Dia melanjutkan, untuk lokasi rawan,hampir merata terjadi di setiap kawasan di Jakarta. Secara kuantitas, tingkat kerawanan kejahatan penjambretan ini digolongkan sesuai dengan adanya laporan masyarakat.

(Dibaca 7.312 kali, 1 untuk hari ini)