• … mereka laksanakan pemurtadan itu dengan menggandeng pemerintah daerah.
  •  Yang paling memilukan ungkap Abu Deedat, adalah pemurtadan lewat program pacaran beda agama. Para pemuda dan pemudi kristen yang dikader itu sengaja memacari gadis-gadis muslim. Jika memungkinkan dihamili. Sehingga perkawinan terpaksa, sigadis muslim akan dinikahi jika mau murtad. Karena tak tahan menanggung malu tak sedikit gadis muslim yang siap meninggalkan aqidah demi anak yang dikandungnya.
  •  Dalam misinya, mereka tak segan segan melakukan penyamaran, seperti kristeninasi lewat proyek properti, contoh Lippo Cikarang, mereka membangun Pusat penginjilan terbesar di Asia.

BEKASI_Jawa Barat: Banyak orang yang beranggapan jika kristenisasi itu sebagai isu belaka. Biasanya kesadaran muncul saat salah seorang anggota keluarga sudah pindah agama. Hal itu diungkapkan Ustadz, Drs. H.  Abu Deedat Syihab MH (Pakar Kristologi dan Penulis Buku Membongkar Gerakan Pemurtadan Umat Islam Dokumen Kristenisasi yang diTerbitkan Oleh: Pustaka TAZKIA AZ ZAHRA, Jakarta (Az-Zahra@yahoo.com / 021-7079 1585/0818 844 393, pada pelatihan “Mengawal Aqidah Umat dan Mewaspadai Aliran Sesat, di Aula Islamic Center, Kota Bekasi-Jawa Barat, Ahad (6/7/14).

Menurut, Kristolog yang senang berdebat dengan para pendeta ini, ada 9 strategi misionaris untuk mengkristenkan Indonesia. (1) dengan pemiskinan dan melalui pinjaman utang luar negeri. (2) Penguasaan aset asaet ekonomi, melalui penjualan aset negara.(3) Penguasaan kekayaan alam, kekayaan alam dekelola asing, sehingga bangsa Indonesia jadi budak di negeri sendiri.(4) Penguasaan aset informasi. (5) Penguasaan sisten politik dan hukum.(6) penghancuran moral melalui penyebaran Narkoba, dan pornografi.(7) Deislamisasi lahirnya paham Sepilis ( Sekularisme, Pluralisme, dan liberalisme). (8) Penghancuran militan Islam,(9) dan konvensi Agama/ pemurtadan agama.

Dari 9 strategi gerakan kristenisasi itu kata Ustadz yang alumi pensantren Gontor ini, semua berjalan. Meski hasinya tak seperti yang mereka harapkan. Sebab para misionaris akan mengkristenkan Indonesia dalam tempo 20 tahun. Tapi target itu tak tercapai alias meleset.

Diungkapkan, kristenisasi lewat strategi pemiskinan di Indonesia berlangsung secara masif, dan berhasil menggiring Indonesia sebagai negara pengutang, mengakibatkan Indonesia selalu dililit utang IMF, ADB, Worid Bank. Uang pinjaman di korup, rakyat harus lebih menderita dengan pencabutan subsidi. Kesulitan rakyat akan digunakan untuk memberikan bantuan yang menggandeng missi pemurtadan.

Contoh konkrit dari gerakan kristenisasi dengan memanfaatkan kemiskinan terjadi di Bekasi yang lebih dikenal dengan Bekasi Berbagi Bahagia (B3). Program pemurtadan ini dilaksanakan Yayasan Mahanaim, salah satu gerakan yang sangat intensif melakukan pemurtadan.

Cerdiknya mereka, Bekasi Berbagi Bahagia itu mereka laksanakan dengan menggandeng pemerintah daerah. Permohonan izin yang disampaikan adalah untuk kegiatan pembagian sembako, nikah massa dan pengobatan. Tapi kenyataanya setiap orang yang akan menerima sembako harus terlebih dahulu dibaptis. Ada juga yang kesurupan dengan menyebut menyebut Jesus.

“Karena orang orang yang diajak menerima sembako itu orang miskin, dan dari segi pendidikan sangat rendah, mereka menurut saja ketika dilakukan pembatisan. Masih untung ada diantara mereka yang sedikit mempunyai kesadaran lalu melaporkan kejadian itu ke tokoh Islam, lalu kasus itu dipersoalan” papar Abu Deedat.

Yang paling memilukan ungkap Abu Deedat, adalah pemurtadan lewat program pacaran beda agama. Para pemuda dan pemudi kristen yang dikader itu sengaja memacari gadis-gadis muslim. Jika memungkinkan dihamili. Sehingga perkawinan terpaksa, sigadis muslim akan dinikahi jika mau murtad. Karena tak tahan menanggung malu tak sedikit gadis muslim yang siap meninggalkan aqidah demi anak yang dikandungnya.

“Saya mengingatkan kepada ibu-ibu yang sekarang ini memiliki anak gadis untuk lebih berhati hati, jangan beri kesempatan kepada anak gadis anda untuk berteman dengan pemuda kristen. Karena sekali anak gadis anda berkenalan untuk pemuda kristen berarti ibu telah membuka pintu terhadap pemurtadan anak gadis anda” kata Abu Deedat Syihab, mengingatkan.

Mereka juga melakukan pemurtadan lewat pemberian bea siswa. Jika anda mau mengganti keyakinan ke kristen, lembaga mereka dengan senang hati akan memberikan bea siswa. Bahkan jika yang berpindah agama itu adalah yang penting dikalang Islam mereka siap menyekolahkannya ke luar negeri. Tinggal pilih, mau ke Amerika, Eropa dan Asia, mereka akan layani.

Yang tak kalah masifnya adalah pemurtadan lewat penggunaan simbol simbol Islam, seperti ada Qur’an palsu, Qasidahan yang menyimpang, pemakaian baju koko, serta memelesetkan ayat ayat Al-Qur’an dan hadist.

Untuk mendukung gerakan kristenisasi, mereka mempersiapkan para penginjil. Untuk Amerika disiapkan 10,000 orang, Afrika, 15.000, Korea 30.000. Penginjil di korea cukup berhasil hampir 70 persen pendidikan sekarang sudah jadi Kristen.

Dalam misinya, mereka tak segan segan melakukan penyamaran, seperti kristeninasi lewat proyek properti, contoh Lippo Cikarang, mereka membangun Pusat penginjilan terbesar di Asia.

Di Harapan Indah, mendirikan sekolah Penabur. Sekarang misionaris bukan lagi dari Eropa tapi dari Indonesia dari Amerika dan Asia. Mereka sekarang membangun gereja di setiap mall. Data itu diperoleh dari proyek Josua.

Dikatakan, Jawa Barat ini adalah suku yang banyak tapi paling susah di kristenkan. Kalau mau mengkristen Indonesia, kristenkan dulu pula Jawa karena orang Jawa banyak yang menjadi pejabat.

Pelatihan Kristologi Mengawal Aqidah Umat dan Mewaspadai Aliran Sesat, berlangsung satu hari, diikuti 60 orang, Alhamdulillah acaranya berjalan lancar dan sukses, segala Puji hanya milik Alloh dan Shalawat semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallohu’ alaihi wa Sallam, Shahabatnya, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan pengikut yang setia mengikuti Millah/Ajarannya, Aamiin….

***

Laporan dari Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd (Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.299 kali, 1 untuk hari ini)