Mas, mbak, pak dan ibu! relakah anda disebut dengan domba atau kambing atau wedus? Bahkan bukan sekedar domba biasa namun domba yang tersesat?

Mereka selalu menganggap anda sebagai domba yang tersesat, la kok bisa-bisanya mereka ngajak saling toleransi dan menghormati. Mereka ingin agar kita melunak dengan berkata: kita sama-sama di atas jalan yang benar, bersaudara, dan sama-sama masuk surga. la kok enakeeee.

Mereka mendoktrin sebagian ummat Islam agar mengatakan semua agama sama, eeh ternyata mereka sendiri terus tiada henti menganggap anda sebagai domba mbeling, ndak nurut alias tersesat.

Sobat! Percayalah kepada Al Qur’an dan As Sunnah yang jelas-jelas mengatakan mereka tuh kafir.

Sekali kafir ya kafir, mereka kekal di neraka, mereka tersesat di dunia hingga di akhirat. Kita berbeda tingkatan, mereka salah jalan, alias tersesat sedangkan kita berada di jalan yang benar.

Inilah ikrar kita setiap sholat, hanya Islam yang benar, sedangkan yang lain adalah “domba yang tersesat”. Simak firman Allah Ta’ala:

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka (Muhammad 12)

Sobat! Menurut anda; siapakah yang lebih pantas disebut sebagai domba tersesat, anda sebagai orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir atau mereka yang nyata nyata beribadah kepada selain Allah ?

Muhammad Arifin Pengajar di STDI Imam Syafi’i – Jember

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.557 kali, 1 untuk hari ini)