Dr Wisnu Jatmiko (IST)


Penampilannya berjenggot, sering mengisi pengajian, khutbah Jumat  dan tak lupa melaksanakan shalat berjamah. Mungkin beberapa orang mengira seorang ustadz, tetapi ia seorang ilmuwan muda dan terkenal di dunia internasional. Itulah keseharian Dr Wisnus Jatmiko. M.Kom.

Selama belajar di Negeri Matahari Terbit, Wisnu menjadi penasehat komunitas muslim Indonesia di Nagoya, Jepang (2004-2006).

Saat ini, Sehari-hari ia menjadi Manajer Riset di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Pria yang berhasil meraih gelar doktor di Nagoya University, Jepang baru saja mendapat penghargaan Habibie Award. Jatmiko mendapat gelar doktor dalam usia 34 tahun.

Di antara penerima Habibie Award, Wisnu Jatmiko yang paling muda. Saat ini pria kelahiran Surabaya baru berusia 42 tahun.

Di antara penelitian Wisnu yaitu piranti untuk memeriksa jantung dan bisa ditenteng. Alat ini sangat berguna bagi puskesmas yang tidak memiliki dokter jantung.

Selain itu, ia sedang mengembangkan alat USG untuk dokter kandungan. “Alat ini bisa melihat kondisi USG secara realtime,” ujarnya.

Dalam aplikasinya nanti, kedua alat karya ini dikombinasikan ke dalam suatu sistem telehealth sehingga bisa diakses secara online. “Semua alat ini web base, semua data tersimpan di web jadi bisa dilihat dan dibaca juga dibagikan secara realtime,” ujarnya.

By: suaranasional.com/01/12/2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.312 kali, 1 untuk hari ini)