Ada 6 ancaman Allah Ta’ala yang sangat mengerikan bila Muslim justru memilih pemimpin yang bukan Islam.

Ulama Betawi, Dr Ahmad Luthfi Fathullah MA dalam buku saku berjudul 9 Alasan Seribu Ulama Wajibkan Pilih Gubernur Muslim  meletakkan alasan Takut Ancaman Allah itu pada poin ke dua.

Ditegaskan, 6 ancaman Allah bagi Muslim yang pilih pemimpin non Muslim itu adalah:

  1. Dia tidak akan memperoleh apa-apa dari Allah (QS. 3: 28)
  2. Akan digolongkan sebagai munafik (QS. 4: 145)
  3. Akan digabungkan bersama orang kafir di neraka (QS. 4: 138)
  4. Seperti memberi alasan bagi Allah untuk menghukum (QS. 4: 144)
  5. Dikatagorikan bagian dari mereka (Yahudi dan Nasrani) (QS. 5: 51)
  6. Akan berguguran amal-amalnya sehingga tergolong orang yang rugi (QS. 5: 53).

***

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik

{بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا } [النساء: 138، 139]

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah [An Nisa”,138-139]

Larangan Menshalati Jenazah Orang Munafik

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik(QS. At Tawbah : 84)

***

Keputusan Dewan Dakwah: Orang yang Memilih Non Muslim sebagai Pemimpin, Dihukumi Munafik Nyata dan Jenazahnya Tidak Dishalati

HASIL TELAAH PUSAT KAJIAN 
DEWAN DA’WAH ISLAMIYAH INDONESIA
Nomor: 06/B-MAFATIHA/II/1438/2017

Memutuskan
Menetapkan: 

(1) Orang yang dengan sadar memilih pasangan calon Pemimpin dari agama selain Islam dalam suatu pemilihan di semua tingkatan pemilu, termasuk munafik nyata (nifaq ‘amali/nifaq jahran);

(2) Jenazah munafik nyata tidak boleh disholatkan oleh jamaah yang mengetahui kemunafikannya. Bagi orang yang tidak mengetahuinya, boleh menyolatkan;

(3). Larangan menyolatkan jenazah munafik nyata tersebut berlaku bagi semua kaum muslimin, khususnya imam sholat, tokoh dan orang-orang shalih. Adapun mayatnya hanya diurus oleh keluarga yang ditinggal dan kalangan terbatas dari sanak keluarganya;

(4) Sebagai upaya pembelajaran dan efek jera, kami mendorong gerakan masjid-masjid di tanah-air untuk tidak menyolatkan jenazah para pendukung penista agama secara khusus dan para pemilih pasangan calon pemimpin non-muslim secara umum;

(5) Menyerukan kepada segenap kaum muslimin/mat untuk tidak memperdulikan seruan, pendapat dan pemikiran yang nyeleneh dari pihak-pihak tertentu yang bertentangan secara diametral dengan al-Quran-Sunnah.

Asrama Haji Pondok Gede Jakarta
25 Pebruari 2017, Haflah 1/2 abad Dewan Da’wah

Dr. Ahmad Zain An-Najah, MA. Ketua
Drs. H. Syamsul Bahri Ismaiel, MH. Sekretaris

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.928 kali, 1 untuk hari ini)