KH Yahya C (Cholil) Staquf tokoh NU yang jelas-jelas membela Ahok ketika terjerat kasus penodaan agama (dikenal dengan menodai Al-Maidah 51), ternyata ada di dalam daftar 200 Muballigh rilisan Kemenag, Jum’at 2 Ramadhan 1439/ 18 Mei 2018..

Nama itu tercantum nomor 186 Yahya Cholil Tsaquf, KH.

Wong NU Pendukung Terdakwa Penista Agama ini pernah menulis di akun Facebook-nya: “Saya berpendirian bahwa tuduhan penistaan agama terhadap Ahok itu lalim.”

Keruan saja mantan juru bicara Gus Dur waktu jadi presiden itu sampai dibandngkan dengan sikap Buya Hamka yang sangat tegas dalam membela agama Islam.

Berikut ini mari kita simak sorotanya.

***

Beda Sikap Buya Hamka dengan Wong NU Pendukung Terdakwa Penista Agama

by Nahimunkar.com, 14 April 2017

Buya Hamka: Jika ghiroh telah hilang dari hati, gantinya hanya satu, yaitu kain kafan. Sebab kehilangan ghiroh sama dengan mati.

Wong NU Pendukung Terdakwa Penista Agama: “Saya berpendirian bahwa tuduhan penistaan agama terhadap Ahok itu lalim.”

Memusuhi Ahok karena non muslim itu sangat jahat. “Jahat terhadap Ahok dan jahat terhadap Islam itu sendiri,” kata Kiai Yahya di akun Facebook-nya. Kyai Yahya adalah Katib Am PBNU, nama lengkapnya KH Yahya C (Cholil) Staquf yang pernah jadi juru bicara Gus Dur waktu jadi presiden.

(Mari kita bandingkan, sikap Buya Hamka dan sikap wong NU pembela Ahok terdakwa penista agama berikut ini. Walau Buya Hamka telah wafat, pendapatnya masih beredar karena beliau tulis dalam buku karyanya).

***

HAMKA: Jika Diam Saat Agamamu Dihina, Gantilah Bajumu dengan Kain Kafan

FAKTANEWS.NET – Rasa cemburu (ghiroh) dalam konteks beragama adalah konsekuensi dari Iman itu sendiri. Orang yang beriman akan tersinggung jika agamanya

dihina, bahkan agamanya itu akan didahulukan daripada keselamatan dirinya sendiri.

Ini pertanda masih adanya ghiroh didalam dirinya. Bangsa penjajah pun telah mengerti tabiat Umat Islam yang semacam ini.

Jika agamamu, nabimu, kitabmu dihina dan engkau diam saja, jelaslah ghiroh telah hilang darimu.

Jika ghiroh tidak lagi dimiliki oleh bangsa Indonesia, niscaya bangsa ini akan mudah dijajah oleh asing dari segala sisi.

Jika ghiroh telah hilang dari hati, gantinya hanya satu, yaitu kain kafan. Sebab kehilangan ghiroh sama dengan mati.

(BUYA HAMKA)

Sumber : portalpiyungan / faktanews.net

***

Nyeleneh! Katib Am PBNU: Jahat Terhadap Ahok Sama Saja Jahat Terhadap Islam

PublikRI  – Katib Am PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberikan pembelaan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Jahat terhadap Ahok dan jahat terhadap Islam itu sendiri,” kata Kiai Yahya di akun Facebook-nya.

Kiai Yahya menilai Ahok tidak menistakan Al Quran dan Islam. “Saya juga berpendirian bahwa tuduhan penistaan agama terhadap Ahok itu lalim,” jelas Kiai Yahya.

Ia mengatakan, memusuhi Ahok karena non muslim itu sangat jahat. “Bicara soal muslim-kafir ataupun toleran-intoleran terkait Pilgub Jakarta tidak ada manfaatnya bagi Jakarta maupun Indonesia,” papar Kiai Yahya.

Hery Pranata 17.50  Kontroversialhttp://www.publikri.com

***

Peringatan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ada peringatan yang perlu diperhatikan pula, yaitu keadaan lebih buruk lagi di mana pendusta justru dipercaya sedang yang jujur justru didustakan, lalu pengkhianat malah dipercaya. Dan di sana berbicaralah ruwaibidhah, yaitu Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan umum. Itulah yang diperingatkan dalam Hadits:

حَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “( فتح الباري).

Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan orang banyak/ umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84  ).

(nahimunkar.org)

(Dibaca 929 kali, 7 untuk hari ini)