Jakarta–Badan Nasional Narkotika (BNN) membongkar praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebagai perputaran uang hasil perdagangan narkoba.

Praktik ini terbongkar setelah dilakukan penelusuran oleh BNN terhadap jaringan Freddy Budiman.

Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso menyatakan bahwa uang miliaran rupiah itu didapat dari empat orang.

Barang bukti dari kasus TPPU sindikat peredaran narkoba yang disita BNN sebesar Rp 39,606 miliar.

Budi Waseso mengungkapkan hal tersebut dalam rilis di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (13/6/2017).

BNN ungkap TPPU jaringan narkoba dengan total aset Rp 39, 606 miliar di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (13/6/2017). (Tribunnews/Taufik Ismail)

Salah satu tersangka pencucian uang yang ditangkap BNN, Harianto Chandra merupakan narapidana di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

Sel Harianto Chandra di Lapas Cipinang termasuk sel yang mewah.

Kamarnya ber-AC dan dilengkapi CCTV, terdapat TV LCD berukuran besar, kasur busa, serta kitchen set.

Tidak hanya itu, tersangka juga memiliki dapur pribadi yang dapat memasak ataupun memesan makanan sesuai dengan selera terpidana.

Penampakan sel mewah milik tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sindikat peredaran narkoba yang ditangkap Badan Nasional Narkotika (BNN), Harianto Chandra, yang merupakan narapidana di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

Dan hebatnya, tersangka juga masih bisa memelihara ikan arwana di dalam selnya.

Luar biasa.. Sementara para ulama muslim yang ditangkap diperlakukan tak layak, salat dipersulit, para napi narkoba bermodal uang bisa membeli seluruh kemewahan.[tribunews/mmc]

Sumber: .mmcindonesia.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.783 kali, 1 untuk hari ini)