Idul Adha di Indonesia (sama dengan 2 hari setelah pelaksanaan Wuquf di Arafah), menurut keputusan Menag RI, Rabu 22 Agustus 2018, karena awal bulannya beda sehari dengan Arab Saudi.

Pengadilan Tinggi Arab Saudi memutuskan bahwa hari ini, Ahad, 12 Agustus 2018 adalah awal Dzulhijjah, setelah adanya beberapa orang yang melaporkan melihat hilal Dzulhijjah. Sehingga Hari Arafah 9 Dzulhijjah adalah Hari Senin, 20 Agustus 2018. Dan  Idul Adha jatuh pada Hari Selasa, 21 Agustus 2018.

Maka pelaksaan wukuf di padang Arafah adalah Hari Senin, 20 Agustus 2018.

Indonesia berbeda dengan keputusan Arab Saudi.

Menurut keputusan Menteri Agama RI dalam sidang Itsbat tadi malam, bahwa 1 Dzulhijjah jatuh pada Hari Senin, 13 Agustus 2018. Sehingga 10 Dzulhijjah bertepatan dengan Hari Rabu, 22 Agustus 2018.

Silakan simak tulisan seorang Ustadz di fb berikut ini.

***

Tahun ini kembali terjadi perbedaan waktu Idul Adha antara Indonesia dg Arab Saudi.

Menurut keputusan menteri agama dalam sidang Itsbat tadi Malam, bahwa 1 Dzulhijjah jatuh pada Hari Senin, 13 Agustus 2018. Sehingga 10 Dzulhijjah bertepatan dg Hari Rabu, 22 Agustus 2018.

Selain kemenag, semua ormas Islam di Indonesia yg menggunakan metode hisab dalam penentuan awal Bulan hijriyyah juga sepakat, bahwa 1 Dzulhijjah jatuh pada Hari Senin, 13 Agustus 2018. Spt, Muhammadiyah & PERSIS.

Hal ini disebabkan posisi hilal Di Indonesia masih berada dibawah ufuk saat matahari terbenam pada tgl 29 Dzulqo’dah kemarin.

Sementara di Arab Saudi, Pengadilan Tinggi Arab Saudi memutuskan bahwa Hari ini, Ahad, 12 Agustus 2018 adalah awal Dzulhijjah, setelah adanya beberapa orang yang melaporkan melihat hilal Dzulhijjah. Sehingga Idul Adha jatuh pada Hari Selasa, 21 Agustus 2018.

Maka pelaksaan wukuf di padang Arafah adalah Hari Senin, 20 Agustus 2018.

IKUT SAUDI ATAU IKUT KEMENAG?

Ini masalah klasik, beberapa ormas Islam yg masih berpegang teguh bahwa pelaksaan Idul Adha wajib mengikuti keputusan Arab Saudi adalah DDII (Dewan Dakwah), selain DDII ada pula Ustadz salafi senior di Indonesia, Ust. Abdul Hakim Abdat hafizhahullah.

Beberapa ulama salafi juga berfatwa akan keharusan mengikuti keputusan Saudi, diantaranya adalah Syekh Ali Hasan Al-Halabi hafizhahullah.

Disisi lain, banyak pula ulama kontemporer yg berpendapat wajibnya mengikuti keputusan negeri masing2. Diantaranya adalah Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah.

Anda mau ikut mana?

Via fb أبو العباس أمين الله

https://www.spa.gov.sa/viewstory.php?lang=ar&newsid=1796735

(nahimunkar.org)

(Dibaca 6.407 kali, 1 untuk hari ini)