Xi Jinping Sebut Wabah Virus Corona Ujian Besar bagi China, Netizen: Itu Bukan UJIAN, Tapi AZAB!



Presiden China, Xi Jinping mengatakan penyebaran wabah virus corona merupakan ujian besar China.

Hal itu disampaikan Xi Jinping saat rapat dengan pejabat tinggi China pada Senin (3/2/2020), seperti dilansir kantor berita China Xinhua, yang dikutip CNNIndonesia.

UJIAN atau AZAB?

“Ujian kata dia… tau ngga loe, ini tuh ‘azab …,” ujar akun @s3rdadu_.

“UJIAN ??? AZAB itu sih cug.. Loe dzhalim sama rakyat sendiri(uyghur) kok dibilang ujian.. ???,” komen Gavan Gavin.

“Ujian itu hanya diperuntukkan kepada orang2 yang beriman, sedangkan yang tidak beriman dan beragama itu namanya AZAB,” timpal akun @jqkml.

“Maka nya jangan sombong, sesungguhnya bumi dan langit serta isinya  berada di bawah kekuasaan Alloh Azza Wajalla,” ujar @WiberMelayu6.

Jumlah korban tewas akibat wabah virus corona semakin melambung mendekati angka 500 orang.

Seperti dilansir media nasional China Global Television Network (CGTN), Rabu (5/2/2020), data terbaru Komisi Kesehatan Nasional China menyebut 490 orang meninggal akibat virus corona di wilayah China daratan. Lebih dari 25.400 orang terkonfirmasi positif virus corona.

ujian kata dia…

tau ngga loe, ini tuh ‘azab …

— S3rd4du (@s3rdadu_) February 4, 2020

UJIAN ??? AZAB itu sih cug.. Loe dzhalim sama rakyat sendiri(uyghur) kok dibilang ujian.. ???

— Gavan Gavin (@IwanSet13896256) February 4, 2020

Ujian itu hanya diperuntukkan kepada orang2 yang beriman, sedangkan yang tidak beriman dan beragama itu namanya AZAB.

— Jq Kml (@jqkml) February 4, 2020

Maka nya jangan sombong, sesungguhnya bumi dan langit serta isinya berada di bawah kekuasaan Alloh Azza Wajalla.

— Wiber Melayu (@WiberMelayu6) February 4, 2020

[portal-islam.id Rabu, 05 Februari 2020  Berita InternasionalSOSIAL MEDIA

 

***

Ada komen untuk dedengkot liberal yang sewot ketika wabah corona itu disebut azab untuk China Komunis

 

Ada dedengkot liberal yang sewot ketika wabah corona itu disebut azab untuk China Komunis yang kejam terhadap Umat Islam Uighur di Xiniang dan lainnya. Seakan sang liberal membenarkan ucapan presiden komunis china yang menganggap wabah virus corona itu ujian-cobaan.

Lhah, kalo pentolan liberal itu tidak menentang ayat, ya cukuplah dimaklumi, n Bahwa bencana dan musibah adalah azab dan balasan yang disegerakan di dunia bagi orang-orang munafik dan kaum kafir yang memusuhi agama Allah.

Firman Allah Ta’ala:

n {فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ} [آل عمران: 56]

n
“Maka adapun orang-orang yang kafir, maka akan aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat, sedang mereka tidak memperoleh penolong.” (QS. Ali Imron: 56)

Dan dedengkot liberal itu ketahuan ga’ pakai otak. Karena yang namanya ujian atau cobaan adalah untuk peningkatan atau pemantapan. Memangnya diturunkannya bala’ bencana berupa wabah virus corona untuk China itu agar lebih mantap dan meningkat lagi kafirnya dan penentangannya terhadap agama Allah?

Wahai dedengkot liberal, tampaknya anda sudah menentang ayat demi membela wong Komunis China kafir yang menyiksa Umat Islam, masih pula ga’ pakai otak!

 

Istidraj

Perlu diingat, kalau untuk membiarkan kekafiran ataupun penentangan terhadap Allah biar lebih mantap lagi dan lebih durhaka lagi, agar nantinya siksanya lebih dahsyat lagi, biasanya dalam Islam disebut istidraj, berupa kesenangan-kesenangan dunia yang melenakan dan menambah kedurhakaan.

Istidraj secara bahasa diambil dari kata da-ra-ja (Arab: درج ) yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Sementara istidraj dari Allah kepada hamba dipahami sebagai ‘hukuman’ yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak diberikan langsung. Allah biarkan orang ini dan tidak disegerakan adzabnya. Allah berfirman,

سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُونَ

Nanti Kami akan menghukum mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-Qalam: 44)
(Al-Mu’jam Al-Lughah Al-Arabiyah, kata: da-ra-ja).


Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ

Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)
(HR. Ahmad, no.17349, Thabrani dalam Al-Kabir, no.913, dan disahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah, no. 414).


Semua tindakan maksiat yang Allah balas dengan nikmat, dan Allah membuat dia lupa untuk beristighfar, sehingga dia semakin dekat dengan adzab sedikit demi sedikit, selanjutnya Allah berikan semua hukumannya, itulah istidraj. Allah a’lam

[lihat KonsultasiSyariah.com oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah) tentang Makna Istidraj].

Dengan demikian, orang-orang kafir apalagi menzalimi Umat Islam dengan kejamnya, seperti China Komunis menzalimi Umat Islam Uighur di Xinjiang dan Umat Islam suku lainnya di China, maka bila pihak kafir lagi zalim itu mendapatkan musibah seperti wabah virus Wuhan/ corona yang mematikan dan memporak porandakan China, itu jelas azab.

Adapun bila bentuknya adalah kesenangan-kesenangan dunia yang mereka senangi, kemakmuran, kemajuan, kenikmatan-kenikmatan dunia yang melenakan, bahkan menambah kesombongan dan kedurhakaan, menentang agama Allah semena-mena, mau mengubah Al-Qur’an agar sesuai dengan komunisme dan sebagainya, maka kenikmatan2 yang mereka peroleh itu pun sejatinya azab namun pelan-pelan hingga ketika memuncak maka agar siksanya/ azabnya lebih pedih lagi. Itulah yang disebut istidraj.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 867 kali, 1 untuk hari ini)