basecp

Oknum TNI cilandak siksa bocah

Dia di tuduh curi burung padahal baru pulang main layangan sama temannya…dia di seret2 dan di pecut hingga geger otak…

Korban namanya toriq, kejadiannya pada hari minggu sore sekitar pukul 15.00, sekarang masih dirawat inap di rs. Prikasih lantai 1 pondok labu.

Korban skg sedang dirawat di RS. Peri kasih untuk lebih jelasnya hub. Bapaknya (purwanto) atau Kakaknya (rosa) 081388264507 085881938183

Trims

Rio Baretaz


***

Ya Allah, Bocah 12 Tahun Babak Belur Dipukuli Oknum Denjaka !

Bocah 12 Tahun

Diduga Dianiaya seorang anggota Denjaka, bocah SD babak belur di sekujur tubuhnya. (liputan6.com)

MONITORDAY.com, Jakarta- Seorang bocah bernama TR (12), yang merupakan siswa SDN 01 Ciganjur, mengalami luka cukup serius di bagian wajah dan tubuh korban yang diduga akibat dipukuli oleh salah seorang oknum TNI AL yang diduga berasal dari Denjaka, pada Minggu (10/1).

Kepala SDN 01 Ciganjur, Widyastuti Irene mengatakan, pihaknya telah mendapat kabar dari orangtua korban setelah korban tak masuk sekolah sejak Senin (12/1). “Menurut kabar yang saya terima dari orangtuanya. Kejadian pemukulan terjadi hari Minggu. Kata orangtuanya dia diduga dipukulin di komplek perumahan Marinir Cilandak,” ujar Widyastuti pada Selasa (12/1).

Widyastuti juga menerangkan, pihak sekolah tempat korban menuntut ilmu mencoba mencari tahu keberadaan TR yang diketahui berdasarkan keterangan keluarga korban. TR mengalami luka yang cukup parah karena diduga dipukuli oleh oknumTNI AL di Kompleks Marinir Cilandak KKO.

Atas insiden ini, Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama M Zainudin memberikan penjelasan terkait seorang bocah SD yang menjadi korban pemukulan oknum anggota TNI AL. “Betul, kejadian ini melibatkan anggota kami (Marinir TNI AL),” ujarnya pada Selasa (12/1).

Zainudin pun menjelaskan kronologi lengkap peristiwa yang terjadi pada Minggu (10/1), sekitar pukul 11.00. Kejadian bermula saat seorang anggota Marinir tengah menjemur burung peliharaannya.

Tak lama berselang, TR –bocah SD yang menjadi korban pemukulan tersebut–lewat dan mengambil burung itu. “Setelah berhasil mengambil burung, dia (TR) lari tapi terjatuh. Burung tersebut lepas. TR lalu ditangkap oleh si pemilik burung dan dibawa ke pos jaga Marinir,” ujarnya.

Di pos jaga itulah, jelas Zainudin, terjadi insiden pemukulan. Terkait insiden itu, Kadispenal mengakui reaksi anggotanya amat berlebihan, meski ia menambahkan, di komplek itu sudah berulangkali terjadi kasus pencurian burung yang membuat kesal para penghuni.

“Saat ini sedang dilakukan investigasi. Anggota kami akan mendapat sanksi karena tindakannya itu,” katanya. Menurut Zainudin, pada Minggu sore, perwakilan TNI AL sudah menemui keluarga korban. Telah terjadi kesepatan di antara kedua pihak, kasus ini akan diselesaikan secara kekeluargaan.

TNI AL, jelas Zainudin, akan menanggung biaya pengobatan TR di rumah sakit. “Saya, atas nama TNI AL memohon maaf atas kejadian ini. Sekali lagi kami mengakui tindakan pemukulan anggota kami terlalu berlebihan,” tandasnya.

Bymonitorday.com/Artha Tidar

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.867 kali, 1 untuk hari ini)