Ilustrasi kebakaran hutan ratusan hectare di Riau Feb 2019./ foto rtr


Banjir melanda 15 kabupaten di Jawa Timur. Susasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). (ANTARA)

Musibah yang melanda pantas diakui ya Allah, memang karena dosa-dosa manusia dan kezalimannya.

Ada yang karena kezaliman pihak-pihak yang amat serakah dan bersekongkol dengan aneka rupa hingga mengakibatkan bencana di antaranya kebakaran hutan yang sangat menyesakkan dada. Namun di balik itu muncul manusia yang baru saja menepuk dada bahwa upayanya telah sukses mengatasinya, padahal kata-kata yang meluncur itu tanpa bukti nyata.

Ada bencana yang karena dosa2 manusia dan kelalaiannya hingga tidak ingat kepada Allah Ta’ala.

Entah dosa apa yang tidak laris di kalangan kami ya Allah. Sampai dosa terbesar yang ancamannya paling keras yaitu kemusyrikan yang akan mengakibatkan kekal di neraka pun banyak penjaja dan pelanggannya. Bahkan upacara2 penguasa setempat dengan biaya disedot dari rakyat demi melestarikan kemusyrikan. Entah itu larung laut, sedekah bumi, labuh gunung, tumbal, sesajen, caos dahar kepada setan, lelembut, siluman dan aneka rupa ubo rampenya tetek bengek yang tak keruan. Upacaranya itu semua adalah menyekutukan Allah Ta’ala dengan selain-Nya namun dananya disedot dari masyarakat yang mayoritas Muslim. Na’udzubillahi min dzalik.

Belum lagi betapa larisnya perdukunan, ramalan, pengobatan pakai setan dengan aneka macam bentuk dan coraknya, yang itu semua merupakan larangan keras dalam agamaMu ya Allah. Namun menjadi doyanan manusia yang bahkan ada yang macak sorban dan sebagainya seolah ahli agamaMu ya Allah.

Masih tambah lagi ritual-ritual bikinan yang dilariskan oleh mereka2 yang berperan sebagai seakan da’i-da’I bahkan ulama yang menjalankan tugas mengemban agamaMu ya Allah. Padahal sama sekali Engkau tidak memberikan mandat kepada mereka untuk membikin-bikin ritual bikinan (baru) atau melestarikan ritual tambahan alias embel-embel yang ditempelkan atasnama agamaMu itu. Sedangkan ulama dan dai yang menyuarakan kebenaran agamaMu bahwa ritual semacam itu hendaknya dihindari, malah mereka halangi sekuat-kuat kekuatan mereka ya Allah.

Itu belum lagi ketidak jujuran, kebohongan, dan aneka tipuan yang bahkan kadang dipoles pakai atasnama agamaMu ya Allah. Satu sisi agamaMu ditolak untuk dipakai dalam aturan percaturan kehidupan mengatur makhlukMu, namun satu sisi lain agamaMU dijadikan ancik-ancik batu loncatan ketika untuk meraih tahta yang mereka perebutkan. Memang manusia ini sebagian benar2 dhaluuman jahuulaa ya Allah…

Di saat mereka memilih pemimpin pun justru agamaMu seakan dinafikan begitu saja, makanya yang terpilih justru wanita. Padahal sudah diwanti-wanti oleh RasulMu bahwa tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita. Anehnya, di dunia Pendidikan di negeri ini ya Allah, kepala2 sekolah justru kebanyakan adalah wanita. Seakan itu sedang digalakkan. Padahal kepemimpinan di tangan wanita itu jelas diancam tidak beruntung dalam Hadits ya Allah. Dan kini daerah yang di antaranya dipimpin wanita (yang terpilihnya belum sampai setahun) itu sedang kena musibah banjir di mana-mana hingga 15 kabupaten. Bahkan jalan tol yang belum lama diresmikan pun tampak bagai “tol Laut” yang digenangi banjir.

Bagaimana lagi bila manusia-manusia yang banyak tidak ingat pada aturan agamaMu itu nantinya lebih berani lagi dalam melanggar syari’atMu ya Allah. Kini gejalanya sudah ada ormas bernama NU yang tidak memperkenankan menyebut kafir makhlukMu yang kafir ya Allah, alasannya karena menyakiti mereka. Kalau itu nantinya untuk menghalalkan agar Umat Islam memilih calon2 pemimpin dari makhluk yang kafir padahal sudah Engkau larang dalam QS Al-Maidah 51, lantas bagaimana bila musibah lebih besar lagi akan Engkau timpakan pada banyak lagi manusia2 yang sudah bergelimang dosa namun tampaknya makin berani saja itu ya Allah…

Semoga hidayahMu Engkau limpahkan pada kami dan orang-orang yang mengindahkan perintah2 dan laranganMu ya Allah. Engkau Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami pada agamaMu ya Allah.

Sadarkanlah kami, keluarga kami, dan saudara-saudara kami Muslimin wal muslimat, agar kelakuan buruk penuh dosa itu diganti dengan taubat sebenarnya, dan kembali ke jalan-Mu dengan ikhlas dan khusyu’, ya Allah.  Hanya dengan pertolonganMulah hamba-hamba ini dapat melakukan semua itu, ya Allah. Laa haula wala quwwata ilaa billahil ‘aliyyil ‘adhiem. Wassholatu wassalamu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa alihi wa shahbihi ajma’in. wasalamun ‘alal mursalin. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Aaamiin ya Rabbal ‘aalamiin.

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.org)

(Dibaca 278 kali, 1 untuk hari ini)