Ilustrasi- KERJA SAMA NU & ISRAEL. Di saat umat Islam terluka akibat serangan Israel… Perwakilan PBNU Yahya Staquf mendatangi Israel. Foto/ Facebook Sahabat Yamima

 

  • Said Aqil Tiba-tiba Ngaku Tolak ke Israel, Sindir Yahya Staquf?
  • MUI: Kunjungan Yahya Staquf ke Israel Rusak Citra Indonesia

Silakan simak ini.

***

 

Said Aqil Tiba-tiba Ngaku Tolak ke Israel, Sindir Yahya Staquf?

Jakarta – Ketum PBNU Said Aqil Siroj mengungkap NU sempat ditawari untuk berkunjung ke Israel dua tahun lalu. Namun tawaran itu ditolak Said Aqil atas alasan Israel yang tidak mau mengakui Palestina.
“Masalah kemandirian bahwa kita sama-sama NU dan presiden sama berpendapat menjaga kemandirian jangan sampai kita terpengaruh oleh kepentingan luar. Sikap Indonesia terhadap Palestina tetap jelas keberpihakan ke Palestina. Selama Israel tidak mengakui negara Palestina, maka Indonesia tidak akan mengakui negara Israel secara politik. Ibu Retno pun seperti itu, selalu mengatakan seperti itu,” kata Said Aqil kepada wartawan seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu (6/10/2021).

“Dulu pendapat saya juga begitu waktu 2 tahun yang lalu, NU ditawari berkunjung ke Israel, saya tolak selama Israel belum mengakui Palestina saya tidak akan pernah… kalau sudah saling mengakui ayo,” sambung Said Aqil.

Kanavino Ahmad Rizqo – detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 14:04 WIB

***

MUI: Kunjungan Yahya Staquf ke Israel Rusak Citra Indonesia

  • Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi menilai lawatan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Staquf ke Israel melanggar etika diplomasi, konstitusi, dan aspek hubungan sosial keagamaan.

JAKARTA — 

Israel kembali mengundang pejabat atau tokoh muslim dari Indonesia. Sekali lagi, polemik meruap terkait adanya pejabat atau tokoh muslim dari Indonesia bersedia memenuhi undangan dari negara Bintang Daud itu.

Kontroversi kali ini dipicu oleh kesediaan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf datang ke Israel untuk menghadiri konferensi tahunan Forum Global AJC (Komite Yahudi Amerika) yang digelar di Yerusalem selama 10-13 Juni 2018.

Ini kali pertama Forum Global AJC yang dilakukan di luar Amerika sejak lembaga advokasi Yahudi ini berdiri 112 tahun lalu. Presiden Abdurrahman Wahid alias Gud Dur pernah menghadiri acara serupa yang dilangsungkan pada 2002 di Ibu Kota Washington DC, Amerika.

Kepada VOA, Senin (11/6), Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi menjelaskan pihaknya melihat lawatan Yahya Staquf itu melanggar etika diplomasi, konstitusi, dan aspek hubungan sosial keagamaan.

Dari sisi konstitusi dan politik internasional, lanjut Muhyidddin, Indonesia memiliki sikap tegas, yakni tidak mengakui kedaulatan negara Israel sampai Israel mengakui kemerdekaan Palestina. Bahkan salah satu hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi OKI mengenai Yerusalem yang digelar di Jakarta pada 2016, adalah memboikot barang-barang dari Israel.

Muhyiddin menegaskan Israel adalah satu-satunya negara yang tidak mau tunduk terhadap resolusi yang dikeluarkan Majelis Umum dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Jadi kami melihat kunjungan (Yahya Staquf) ini sangat merusak citra Indonesia di dunia internasional. Karena kunjungan tersebut justru merusak hubungan bilateral Indonesia dengan Palestina, hubungan Indonesia dengan negara Arab lainnya,” tandasnya.

Apalagi, kata Muhyiddin, kunjungan Yahya Staquf tersebut terjadi saat pasukan Israel gencar membunuhi demonstran Palestina di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel, di mana sudah 139 orang tewas dan sepuluh ribu lainnya cedera.

Fathiyah Wardah

voaindonesia.com 11/06/2018

***

Ancaman Allah Ta’ala bila pro Yahudi atau Nasrani

Kini dikabarkan, Yahya Staquf bergerilya untuk meraih suara para kyai dan tokoh NU agar terpilih jadi ketua umum PBNU di Muktamar NU di Lampung Desember 2021.

NU akan dipimpin manusia pro Yahudi?

Apakah sudah kehabisan stock yang meneruskan khitthah para pendiri NU?

Terserah itu urusan mereka. Kalau toh NU mau diserahkan ke orang yang kong kalikong dengan a’daaullah atau rekanan auliyaus syaithan, misalnya, ya terserah saja.

Yang penting, sudah ada yang mengingatkan atau membacakan ayat:

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ ١٢٠ [ البقرة:120]

120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. [Al Baqarah:120]

(nahimunkar.org)

(Dibaca 116 kali, 1 untuk hari ini)