• Imbas Serang TVOne, PDIP & Jokowi Sudah Di Hukum Oleh Masyarakat

Inilah beritanya.

 

***

Yakin Suara Jokowi di Jawa Tengah Anjlok, Rustriningsih ke Prabowo

  • Di mata Rustriningsih Jokowi tidak layak memimpin bangsa Indonesia.

 

KEBUMEN – Dipastikan suara Jokowi di Jawa Tengah akan anjlok bersamaan dengan perginya Rustriningsih dari PDIP.

Rustriningsih dalam pernyataan merasa lebih yakin dengan kepemimpinan Prabowo akan dapat memperbaiki bangsa Indonesia. Di mata Rustriningsih Jokowi tidak layak memimpin bangsa Indonesia.

Selanjutnya, mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah yang juga kader PDIP, Rustriningsih, bertekad memenangkan Prabowo-Hatta. Rustriningsih yang diancam dipecat dari PDIP itu,  mencanangkan program BERSIH. Apa itu?

Gerakan BERSIH mirip di Malaysia, yang digawangi tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim. Dengan gerakan ini, Anwar mendapat dukungan kelas menengah dan terdidik negeri Jiran itu.

Tidak terlalu jauh dengan di Malaysia gerakan BERSIH dideklarasikan oleh Rustri dan pendukungnya di Kebumen Jawa Tengah, untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Perempuan yang pada 3 Juli 2014 kemarin tepat berusia 47 tahun, secara terbuka menyatakan dukungan ke Koalisi Merah Putih.

“Mulai hari ini rumah saya terbuka 24 jam untuk pers, termasuk sebagai basis pemenangan Prabowo-Hatta di Jawa Tengah”, tegas Rustri.

Memang, tidak banyak yang disampaikan Rustri setelah membelot dari keputusan partainya PDIP, yang mengusung Jokowi-JK.

Rustri sejak dua minggu sebelumnya sudah membentuk Gerakan BERSIH. Gerakan ini menurut Mantan Bupati Kebumen dua periode ini, merupakan tekad para simpatisan Rustri untuk mengawal Pilpres yang aman, damai dan transparan.

“Bisa juga diartikan Bersama Rustriningsih atau BERSIH,” imbuhnya. Cawapres Hatta Rajasa, yang mengetahui dukungan itu, mengucapkan terima kasih dan bersyukur.

“Ibu Rustri bukan hanya tokoh Jawa Tengah, tetapi juga nasional. Beliau peletak tata pemerintahan yang bersih dan transparan”, kata Hatta.

Rustri menjadi Bupati Kebumen dua periode, dengan elektabilitas di atas 80 persen. Dengan prestasi itu, kata Hatta, tak perlu diragukan. Rustri sendiri tak ambil pusing, apabila dia dianggap hanya politisi biasa, tanpa gerbong massa sebagaimana dulu.

“Saya buktikan ribuan pendukung Rustriningsih hadir dalam silaturahmi hari ini. Silahkan yang menganggap Rustri tak lagi sekuat dulu. Kita buktikan di tanggal 9 Juli,” katanya.

Ditanya alasan utamanya tidak mendukung Jokowi-JK dan sebaliknya mensupport Prabowo-Hatta, perempuan berhijab itu mengatakan bahwa pengalamannya belasan tahun di pemerintahan membuatnya yakin bahwa perubahan tak hanya bisa dilakukan dengan instrumen undang-undang dan manajemen pemerintahan semata.

Menurut dia, ada yang lebih menentukan, yaitu keberanian mengambil resiko. Rustri yakin Prabowo dan Hatta memiliki keberanian itu. “UU dan manajemen kita lengkap, tapi pengalaman saya menunjukkan bahwa semua itu tak bisa berjalan tanpa adanya keberanian. Prabowo-Hatta punya itu”, tandasnya. [af] (voa-islam.com)Jum’at, 6 Ramadhan 1435 H / 4 Juli 2014 09:50 wib

***

Imbas Serang TVOne, PDIP & Jokowi Sudah Di Hukum Oleh Masyarakat

JAKARTA (voa-islam.com) — Kondisi jelang Pilpres 2014 semakin panas. Sampai-sampai Presiden SBY mengeluarkan tujuh instruksi agar hal ini tidak menjurus ke perselisihan yang lebih besar.

Menko Polhukam Djoko Suyanto menegaskan, siapapun yang melanggar hukum akan ditindak. Termasuk, soal pelaku yang bertindak anarkis di Kantor TV One Yogyakarta dan Jakarta.

“Sebenarnya, (kantor TV One) tidak diserang kok. Mereka orasi dan segera dibubarkan.  Dan siapapun yang melanggar hukum akan ditindak,” sambungnya kepada Aktual.co, Kamis malam (3/7).

Aksi para relawan PDIP yang melakukan penyerangan, sambungnya, sudah dihukum masyarakat. Hukuman itu, tambahnya, lebih parah. Tidak ada satupun yang simpati.

“Saya pun sudah kirim message ke Tjahjo Kumolo (Sekjen PDIP yang menyebarkan SMS warning, sehingga membuat kader PDIP mengepung TV One). Saya ingatkan, hal ini akan kontra produktif untuk partai dan kandidatnya. Dia (Tjahjo) akan terima kasih sudah di ingatkan,” tambahnya .

Ia juga berharap pillpres kali ini aman-aman saja. “Rakyat kita juga nggak bodoh kok,” pungkasnya

#Pemilu2014 : Jokowi Memaklumi Tindakan Anarkis Simpatisannya

Joko Widodo (Jokowi) meminta media massa tidak ikut memanas-manasi suasana kampanye pemilihan presiden (pilpres).

 Hal itu dikatakan Jokowi terkait adanya tindakan pengepungan TV One di Jakarta dan Yogyakarta oleh simpatisan Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-P) karena pemberitaan stasiun televisi tersebut yang dianggap menyudutkan Jokowi atas isu keterkaitannya dengan PKI.

 “Tapi kan medianya ikut bantu manas-manasin. Salah sendiri manas-manasin. Makanya jangan ikut manas-manasin. Jangan sekali-kali salahkan relawan,” kata Jokowi saat konferensi pers di Bandung, Kamis (3/7).

 Jokowi mengatakan dirinya tidak memiliki kontrol penuh atas tindakan para relawan maupun simpatisan meski dalam setiap kesempatan kampanye dirinya mengaku selalu mengingatkan relawan agar selalu sabar.

“Meski sudah saya sampaikan di mana-mana bahwa kejelekan harus dibalas kebaikan, tapi kan tidak mungkin semuanya hisa kita handle (tangani,red). Mungkin kali ini memang sudah keterlaluan sampai mereka bereaksi,” ucap Jokowi.

 Jokowi mengaku sudah sangat terbuka pada media terkait silsilah keluarganya sehingga tidak ada lagi yang perlu dijelaskan.

 “Sebenarnya kita kurang sabar apa? Sejak awal kita diamkan tapi yang terakhir ini penghinaan besar karena bukan hanya ditujukan pada saya tapi pada keluarga saya juga. Jumlah relawan itu ribuan tidak mungkin kita suruh sabar semua,” katanya.

Sebelumnya, Kantor Tv One Biro Daerah Istimewa Yogyakarta disegel massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Rabu (2/6) malam, terkait pemberitaan tidak jelas yang dianggap menyudutkan partai itu. [akmal/aktual]Jum’at, 6 Ramadhan 1435 H / 4 Juli 2014 20:29 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.126 kali, 1 untuk hari ini)