Yang Dialami Lansia, Bahaya Anak yang Tak Berbakti ke Ortu Lansianya, dan Gangguan Kesehatan Lansia


Ilustrasi: Pondok pesantren sepuh di Masjid Agung Payaman, Secang, Kabupaten Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom

{ وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلَا يَعْقِلُونَ } [يس: 68]

68. Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan? [Ya Sin:68]

Allah Swt. menceritakan tentang anak Adam, bahwa manakala usianya dipanjangkan, maka dikembalikanlah ia kepada keadaan lemah sesudah kuat dan lelah sesudah semangat. Seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

{اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ}

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. (Ar-Rum: 54)

Dan firman Allah Swt.:

{وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا}

dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (lanjut dan pikun) supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah diketahuinya. (An-Nahl: 70)

Makna yang dimaksud —hanya Allah Yang Maha Mengetahui— memberitakan tentang keadaan dunia ini, bahwa ia adalah negeri yang lenyap dan sebagai tempat persinggahan, bukan negeri yang abadi, bukan pula tempat menetap selamanya. Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

{أَفَلا يَعْقِلُونَ}

Maka apakah mereka tidak memikirkan? (Yasin: 68)

Yakni tidakkah mereka menggunakan akal pikirannya untuk merenungkan permulaan kejadian mereka, kemudian perjalanan hidup mereka yang berakhir di usia tua, lalu usia pikun, agar mereka mengetahui bahwa diri mereka itu diciptakan bukan untuk menetap di negeri yang fana ini, melainkan untuk negeri akhirat yang abadi. Dia harus pindah dari negeri fana ke negeri kekekalan yang tidak berpindah lagi sesudahnya.

(lihat: ibnukatsironline.com)

 

***

{ وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23) وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا } [الإسراء: 23، 24]

23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. [Al Isra”:23]

24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. [Al Isra”:24]

 
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.” (HR. Muslim no. 2551)

Beberapa faedah dari hadits ini:

  1. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan jelek bagi orang yang durhaka pada orang tua. Yang dimaksud “roghima anfuh” adalah hidungnya ditempeli debu. Dan maksud perkataan seperti ini adalah doa kejelekan yaitu doa kehinaan dan kefakiran.
  2. Berbakti pada orang tua adalah menaati dan mendahulukan perintahnya, berakhlaq yang mulia di hadapannya, menjalin hubungan dengan koleganya dan selalu mendoakannya. Jadi, jangan dipahami bahwa namanya berbakti pada keduanya hanyalah menuruti apa yang mereka cita-citakan. Namun beraklaq yang mulia dan tutur kata yang baik juga merupakan kebaktian pada keduanya.
  3. Berbakti pada orang tua merupakan suatu kewajiban baik di kala mereka berada di usia senja atau pun di usia muda.
  4. Hadits ini dikhusukan berbakti pada mereka ketika usia senja (tua). Hal ini menunjukkan sangat ditekankannya berbakti ketika itu karena berbakti kepada keduanya ketika mereka berada pada usia senja terasa berat dan sulit.
  5. Durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar. Sebagaimana yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan dalam hadits lainnya, “Apakah kalian mau kuberitahu mengenai dosa yang paling besar?” Para sahabat menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.”Beliau lalu bersabda,”(Dosa terbesar adalah) mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Beliau mengucapkan hal itu sambil duduk bertelekan [pada tangannya]. (Tiba-tiba beliau menegakkan duduknya dan berkata), “Dan juga ucapan (sumpah) palsu.” Beliau mengulang-ulang perkataan itu sampai saya berkata (dalam hati), “Duhai, seandainya beliau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  6. Durhaka pada orang tua menyebabkan seseorang menjauh dari rahmat Allah dan berhak mendapat siksa neraka.
  7. Contoh durhaka pada keduanya adalah enggan menaati perintahnya, berkata kasar pada keduanya, berakhlaq yang jelek pada keduanya dan sering membuat mereka merasa sedih.
  8. Tidak boleh menaati kedua orang tua dalam rangka berbuat maksiat pada Allah. Menaati mereka hanyalah dalam kebaikan saja dan bukan dalam kemungkaran.
  9. Berbakti pada orang tua adalah jalan menuju surga.

Demikian beberapa faedah dari hadits di atas./ https://www.islamkafah.com/

 

***

 

Masalah Kesehatan yang Sering Dialami Pria Lansia

dr. Reza Fahlevi

Bagi orang usia lanjut beragam masalah kesehatan sering kali mengintai. Yuk cari tahu apa saja masalah kesehatan yang mengancam pria lansia.

Masalah Kesehatan yang Sering Dialami Pria Lansia (Halfpoint/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ketika memasuki usia lanjut, seseorang memang mengalami banyak penurunan fungsi tubuh. Otomatis, para lanjut usia (lansia) tidak lagi bisa beraktivitas leluasa seperti ketika masih dalam usia produktif. Bagi pria lansia, usia lanjut dapat pula mendatangkan beragam masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

 

Beberapa masalah kesehatan yang sering dialami oleh pria lansia antara lain:

 

Menurut data survei, 92 persen lansia di Amerika memiliki paling tidak satu masalah kesehatan kronik dan sekitar 77 persen memiliki dua masalah kesehatan kronik. Penyakit jantung, stroke, kanker, dan penyakit diabetes merupakan beberapa masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada lansia.

 

Penyakit-penyakit kronik bahkan menyebabkan hingga dua pertiga kematian tiap tahun di Amerika. Untuk mencegahnya, pria lansia wajib menjaga pola makan, berolahraga, dan tidak merokok. Jangan lupa juga untuk memeriksakan kesehatan secara rutin.

 

Masalah kognitif

Pada pria lansia, salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi adalah demensia. Penyebab paling sering demensia adalah penyakit Alzheimer. Selain itu, berbagai penyakit lain terutama masalah pembuluh darah juga dapat menyebabkan demensia pada pria lansia.

 

Disfungsi seksual

Seiring dengan pertambahan usia, masalah disfungsi seksual juga banyak dialami oleh pria, terutama yang memiliki masalah pada pembuluh darah. Misalnya, pria dengan penyakit diabetes, merokok, atau obesitas.

 

Masalah berkemih dan buang air besar

Lansia juga sering mengalami beser atau sulit menahan buang air kecil sehingga terkadang mengompol. Selain itu, mereka juga kerap mengalami kesulitan buang air besar (sembelit). Hal ini dapat mengganggu kualitas hidup lansia sehingga perlu dikonsultasikan kepada dokter.

 

Masalah mental

Tidak hanya masalah kesehatan fisik, masalah mental juga ternyata banyak dialami oleh pria lansia. Berdasarkan data WHO, sekitar 15 persen lansia mengalami masalah mental. Salah satu masalah mental yang sering dialami oleh lansia adalah depresi yang dialami oleh hampir 7 persen populasi lansia. Hal ini juga tidak boleh dianggap sepele dan perlu mendapatkan penanganan yang benar.

 

Malnutrisi

Malnutrisi juga sering terjadi pada lansia. Malnutrisi pada lansia terjadi karena faktor kemiskinan, kurangnya nafsu makan, depresi, pembatasan jumlah makan, atau karena demensia (lupa makan). Malnutrisi dapat menyebabkan turunnya daya tahan tubuh serta kelemahan otot. Itulah mengapa asupan makanan juga penting diperhatikan oleh lansia.

 

Gangguan sensorik

Gangguan sensorik, seperti gangguan penglihatan dan pendengaran, juga kerap dialami oleh lansia. Data survei di Amerika menunjukkan bahwa satu dari enam lansia mengalami masalah penglihatan dan satu dari empat lansia mengalami gangguan pendengaran. Gangguan penglihatan dan pendengaran juga dapat mengganggu kualitas hidup pria lansia sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus.

 

Masalah kesehatan mulut

Masalah kesehatan mulut juga merupakan salah satu masalah yang kerap dialami oleh lansia. Sekitar 25 persen lansia memiliki masalah kesehatan mulut seperti hilangnya gigi, karang gigi, gigi bolong, dan masalah masalah kesehatan gusi yang menyebabkan lansia sulit mengunyah makanan dengan baik. Masalah kesehatan mulut ini juga tidak boleh dianggap sepele.

 

Penurunan fungsi organ tubuh memang tidak bisa dihindari seiring bertambahnya usia. Untuk itu, pria lansia wajib mempersiapkan diri sebelum memasuki masa tua. Misalnya, dengan memiliki kebiasaan berolahraga, menjalankan pola hidup sehat, dan tidur cukup. Menerapkan kebiasaan-kebiasaan ini sejak muda dapat menghindarkan Anda dari beragam masalah kesehatan di atas.

 

[HNS/ RVS]

dr. Reza Fahlevi

.klikdokter.com, 27 May 2019, 11:00 WIB

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 224 kali, 1 untuk hari ini)