Yth Pak Menag Yaqut


 

Hati2 ya Pak Menag Yaqut. Kalau menyembunyikan kebenaran apalagi mengikuti bisikan non Muslim untuk ubah pelajaran agama Islam, maka ancamannya sangat berat dalam Islam. Bisa termasuk mengeluarkan dari Islam atau termasuk pembatal keislaman, bila itu terhitung membela orang kafir dalam menghadapi Islam.

 

Perlu sekali diketahui, hal yang merusak keimanan secara total biasanya disebut pembatal-pembatal keimanan atau pembatal keislaman. Yang cukup menonjol ada 10.

 

Silakan simak apa yang disebutkan Syaikh Al-Washabi dari Yaman tentang 10 pembatal keimanan atau pembatal keislaman berikut ini.

 

Pertama, Syirik (menyekutukan Allah).

Kedua, murtad (keluar) dari Islam.

Ketiga, tidak mengkafirkan orang yang jelas-jelas kafir. Baik itu Yahudi, Nasrani (Kristen/Katolik), Majusi, Musyrik, Atheis, atau lainnya dari jenis bentuk kekufuran.

Keempat, orang yang meyakini bahwa petunjuk selain Nabi Muhammad Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam lebih sempurna daripada petunjuk beliau. Atau, meyakini bahwa hukum selain hukumnya lebih baik.

Kelima, orang yang membenci apa yang dibawa oleh Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Keenam, orang yang memperolok-olok Allah atau Rasul-Nya, Al-Qur`an, agama Islam, malaikat, dan para ulama yakni ilmu (Islam) yang dihasung ulama tersebut.

Ketujuh, sihir (santet dan semacamnya).

Kedelapan, membantu orang-orang kafir memerangi kaum muslimin.

Kesembilan, orang yang meyakini bahwa ada manusia yang boleh keluar dari syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kesepuluh, berpaling dari agama Allah Ta’ala. (ini secara ringkas dari “Al-Qaulul Mufid fi Adillati At-Tauhid,” Syaikh Al-Washabi dari Yaman).

 

***

Menag Yaqut Mau Ikuti Pihak Gereja soal Pelajaran Agama Islam, atau Ikuti Islam?

Dikabarkan, ‘Disurati PGI, Menag Yaqut Minta Kemenag Perbaiki Materi Pelajaran Agama Islam yang Menyinggung Injil’.

Rupanya pihak gereja telah berani ‘lompat pagar’, mengintervensi materi pelajaran agama Islam segala. Bahkan sikap ceroboh pihak gereja yang seharusnya tak perlu digubris itu seakan mendapat penghargaan khusus dari Menag Yaqut. (Ada apa kalau begini?).

Perlu diingat, Islam itu agama dari Allah. Pelajaran agama Islam ya hanya menyampaikan agama dari Allah itu. Siapapun tidak boleh mengubah-ubah ajaran agama Islam. Apalagi mengikuti permintaan pihak gereja ataupun lainnya.

Lebih dari itu, bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tugasnya hanya menyampaikan dan melaksanakan agama dari Allah Ta’ala itu. Tidak boleh mengada-adakan dari dirinya sendiri, walau beliau Utusan yang dipercaya oleh Allah ta’ala. Bahkan ada ancamannya yang sangat keras.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jelas2 Utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Nabi yang jadi penghulunya para anbiya’ wal mursalin saja diancam keras oleh Alah Ta’ala bila berani mengutak-atik Islam. Silakan baca firman Allah Ta’ala ini:


{ وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ (44) لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ (45) ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ (46) فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ (47) وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِلْمُتَّقِينَ (48) وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنْكُمْ مُكَذِّبِينَ (49) وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ } [الحاقة: 44 – 50]


44. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, [Al Haqqah:44]


45. niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. [Al Haqqah:45]


46. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. [Al Haqqah:46]


47. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. [Al Haqqah:47]


48. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. [Al Haqqah:48]


49. Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya). [Al Haqqah:49]


50. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat). [Al Haqqah:50]


الوجيز للواحدي (ص: 1130)


{ولو تقول علينا بعض الأقاويل} يعني: النبي صلى الله عليه وسلم لو قال ما لم يُؤمر به وأتى بشيءٍ مِنْ قِبَل نفسه


Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, [Al Haqqah:44] maksudnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seandainya berkata sesuatu yang tidak diperintahkan dengannya dan membawa sesuatu dari arah dirinya sendiri, (maka langsung diancam oleh Allah Ta’ala):


niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.


Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.


Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu [Al Haqqah: 45, 46, 47].


Nah! Nabi Utusan Allah Ta’ala saja diancam sekeras itu apabila berani mengadakan sesuatu dari dirinya sendiri atas nama (agama) Allah. Apalagi manusia biasa yang bukan nabi. Apalagi malah mengikuti bisikan orang kafir, misalnya. Betapa lebih besar dan dahsyat lagi ancamannya.


Wahai Pak Menag Yaqut. Silakan dicamkan benar2 ayat-ayat ancaman dari Allah Subhanahu wa Ta’ala itu. Bahkan silakan baca baik2. Kakek sampean, Mbah Kyai Bisri Musthofa (ayahnya ayah sampean) telah berjasa kepada Umat Islam ini menyusun Kitab Tafisr Bahasa Jawa, Al-Ibriz, 30 Juz dan dipelajari di pesantren2 dan Umat Islam di Jawa pada umumnya. Jasa baik kakek sampeyan itu jangan dikhianati dengan malah mengikuti bisikan pihak lain yang sangat berat ancamannya dalam ayat2 suci itu.


Monggo disimak tafsir tulisan Kakek sampeyan baik2, agar kita mampu menghargai warisan ilmu yang telah digoreskan dalam kitab tafsir yang berharga itu.


Semoga peringatan ini bermanfaat bagi penulis dan juga Pak Modin anyar serta Umat Islam pada umumnya.


Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Foto/hajinews

(nahimunkar.org)

(Dibaca 568 kali, 1 untuk hari ini)