Yudian Kepala BPIP/ Rektor UIN Jogja: Hukum Allah Tertinggi bukan Al Quran & Hadits tetapi Ijma’ atau Konsensus

  • “Untuk Indonesia konsensus tertinggi namanya Pancasila…” kata Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi/Rektor UIN Jogja dalam wawancara dengan detik.com beberapa waktu lalu.
  • Fatwa Ulama: Barangsiapa yang meyakini bahwa selain syari’at Nabi  lebih sempurna dari pada petunjuknya , atau sesungguhnya hukum selainnya  lebih baik dari pada hukumnya , seperti orang-orang yang mengutamakan hukum thaghut di atas hukumnya , maka dia kafir.

Inilah beritanya.

***

Kepala BPIP: Hukum Allah Tertinggi bukan Al Quran & Hadits

 


Hukum Allah tertinggi bukan Al Quran dan hadits tetapi ijma’ atau konsensus ulama.

“Umat Islam harus bisa menerima kenyataan bahwa hukum Allah yang tertinggi bukan Al Quran di dalam kitab, Hadits di dalam kitab tetapi Ijma’ atau konsensus,” kata Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi dalam wawancara dengan detik.com beberapa waktu lalu.

Menurut Yudian, kembali ke Al Quran dan hadits dalam arti di dalam kitab akan memunculkan ketegangan.

“Misalnya Muhammadiyah tidak ziarah kubur, NU ziarah kubur. Masing-masing punya alasan di Al Quran dan hadits,” jelasnya.

Kata Yudian, ketengan NU dan Muhammadiyah misalnya dalam ziarah kubur karena belum komunikasikan. masih perspektif masing-masing

“Maka perlu ijma misalnya bikin MoU NU dan Muhammadiyah misalnya pasal 1 NU ziarah kubur, Muhammadiyah tidak ziarah kubur, pasal 2 saling menghormati dan tidak saling menyerang, pasal 3 yang melanggar kena sanksi.

“NU dan Muhammadiyah mempunyai kewajiban untuk menertibkan anggotanya yang melanggar kesepakatan itu. Merupakan Quran juga untuk bersatu dan tidak untuk berpecah-belah tetapi sudah dikomunikasikan,” jelasnya.

“Untuk Indonesia konsensus tertinggi namanya Pancasila. Nanti turunannya semua peraturan perundang-undangan yang dihasilkan DPR/MPR itu konsensus nasional mengingat siapapun kalau sudah diundangkan,” pungkasnya.

Video:

 

https://youtu.be/CC6_eIMRDqQ

 

Ibnu MaksumPolitik

/suaranasional.com 21/02/2020ByIbnu Maksum

***

 

10 Pembatal Keislaman


Posted on 27 Desember 2010

by Nahimunkar.com

10 Pembatal Keislaman

Pertanyaan.: Apakah pembatal-pembatal Islam?

Jawaban : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah berkata: ‘Ketahuilah, sesungguhnya pembatal Islam terbesar ada sepuluh perkara:

Pertama: syirik dalam beribadah kepada Allah  yang tiada sekutu baginya, berdasarkan firman Allah :

قال الله تعالى: إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا [النساء/48]

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS. an-Nisa` :48)

Termasuk syirik adalah menyembelih bukan karena Allah , termasuk orang yang menyembelih untuk jin atau untuk kuburan.

Kedua: Barangsiapa yang menjadikan perantara di antaranya dan di antara Allah , berdoa dan meminta syafaat kepada mereka (dalam hal yang tidak ada yang mampu selain Allah, red nm) dan bertawakkal kepada mereka niscaya ia menjadi kafir secara ijma’.

Ketiga: Barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik atau meragukan kekafiran mereka, atau membenarkan kepercayaan mereka niscaya kafir secara ijma’.

Keempat: Barangsiapa yang meyakini bahwa selain syari’at Nabi  lebih sempurna dari pada petunjuknya , atau sesungguhnya hukum selainnya  lebih baik dari pada hukumnya , seperti orang-orang yang mengutamakan hukum thaghut di atas hukumnya , maka dia kafir.

Kelima: Barangsiapa yang membenci sesuatu yang dibawa oleh Rasulullah , sekalipun mengamalkannya, niscaya ia kafir dengan ijma’, berdasarkan firman Allah :

قال الله تعالى: ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ [محمد/9]

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka. (QS. Muhammad:9)

Keenam: Barangsiapa yang mengolok-olok sesuatu dari agama Allah , atau pahalanya , atau siksanya  niscaya ia menjadi kafir, berdasarkan firman Allah :

قال الله تعالى: قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ [التوبة/65، 66]

Katakanlah:”Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. * Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. (QS. Taubah :65-66)

Ketujuh: sihir, dan termasuk jenis sihir sharf (pengasih, supaya mengasihi) dan ‘athf (pembenci, supaya membenci). Maka barangsiapa yang melakukannya atau ridha dengannya niscaya ia kafir. Dalilnya adalah firman Allah :

قال الله تعالى: وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ [البقرة/102]

…sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan:”Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”… (QS. al-Baqarah:102)

Kedelapan: Membela orang-orang musyrik dan menolong mereka melawan kaum muslimin. Dalilnya adalah firman Allah :

قال الله تعالى: وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ [المائدة/51]

Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. al-Maidah:51)

Kesembilan: Barangsiapa yang meyakini bahwa sebagian manusia tidak wajib mengikuti Nabi , dan sesungguhnya ia bisa keluar dari syari’atnya , sebagaimana Khadir  keluar dari syari’at Musa , maka dia kafir.

Kesepuluh: berpaling dari agama Allah , tidak mempelajarinya dan tidak pula mengamalkannya, berdasarkan firman Allah :

قال الله تعالى: وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآَيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ [السجدة/22]

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. (QS. Sajdah :22)

Tidak adalah perbedaan pada semua pembatal iman ini di antara bercanda, serius dan takut, kecuali orang yang dipaksa, dan semuanya termasuk bahaya yang besar dan yang paling banyak terjadi. Seorang muslim harus berhati-hati dan takut darinya atas dirinya, dan berlindung kepada Allah  dari yang menyebabkan murka-Nya dan kepedihan siksa-Nya. semoga Allah  memberi rahmat kepada Muhammad .

(Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab – ad-Durarus Saniyah cet/5 (10/91). نواقض الإسلام, Terjemah : Muh. Iqbal Ahmad Ghazali, Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad, 2010 – 1432, islamhouse.com). (nahimunkar.com)

Teks sebelum diterjemahkan sebagai berikut:

الواجبات المتحتمات المعرفة على كل مسلم ومسلمة – (ج 1 / ص 4)

نواقض الإسلام

اعلم أن نواقض الإسلام عشرة :

الأول : الشرك في عبادة الله تعالى ، قال الله تعالى : { إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء } وقال : { إنه من يشرك بالله فقد حرم الله عليه الجنة ومأواه النار وما للظالمين من أنصار } ومنه الذبح لغير الله ، كمن يذبح للجن أو للقبر .

الثاني : من جعل بينه وبين الله وسائط يدعوهم ويسألهم الشفاعة ويتوكل عليهم ، كفر إجماعاً .

الثالث : من لم يكفر المشركين أو شك في كفرهم أو صحح مذهبهم .

الرابع : من اعتقد أن غير هدي النبي صلى الله عليه وسلم أكمل من هديه ، أو أن حكم غيره أحسن من حكمه – كالذي يفضل حكم الطواغيت على حكمه – فهو كافر .

الخامس : من أبغض شيئاً مما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم ولو عمل به ، كفر .

السادس : من استهزأ بشيء من دين الرسول صلى الله عليه وسلم أو ثوابه أو عقابه ، والدليل قوله تعالى : { ولئن سألتهم ليقولن إنما كنا نخوض ونلعب قل أبالله وآياته ورسوله كنتم تستهزءون * لا تعتذروا قد كفرتم بعد إيمانكم } .

السابع : السحر ، ومنه الصرف والعطف ، فمن فعله أو رضي به كفر ، والدليل قوله تعلى : { وما هم بضارين به من أحد إلا بأذن الله ويتعلمون ما يضرهم ولا ينفعهم } .

الثامن : مظاهرة المشركين ومعاونتهم على المسلمين ، والدليل قوله تعالى : { ومن يتولهم منكم فإنه منهم إن الله لا يهدي القوم الظالمين } .

التاسع : من اعتقد أن بعض الناس يسعه الخروج عن شريعة محمد صلى الله عليه وسلم ، كما وسع الخضرالخروج عن شريعة موسى عليه السلام ، فهو كافر .

العاشر : الإعراض عن دين الله تعالى ، لا يتعلمه ولا يعمل به ، والدليل قوله تعالى : { ومن أظلم ممن ذكر بآيت ربه ثم أعرض عنها إنا من المجرمين منتقمون } .

ولا فرق في جميع هذه بين الهازل والجاد والخائف إلا المكره ، وكلها من أعظم ما يكون خطراً وأكثر ما يكون وقوعاً ، فينبغي للمسلم أن يحذرها ويخاف منها على نفسه ، نعوذ بالله من موجبات غضبه وأليم عقابه.

https://www.nahimunkar.org/10-pembatal-keislaman/

***

Perlu dipertanyakan, mana bukti mandat dari Allah atau dalilnya

Kapan dan mana buktinya, Allah memberi mandat kepada Yudian kepala BPIP yang juga masih sebagai Rektor UIN Jogja yang berani menyatakan bahwa : “Umat Islam harus bisa menerima kenyataan bahwa hukum Allah yang tertinggi bukan Al Quran di dalam kitab, Hadits di dalam kitab tetapi Ijma’ atau konsensus” ?

Berbicara tentang hukum Allah harus pakai dalil. Apalagi mendudukkan Al-Qur’an dan Hadits yang sifatnya adalah wahyu Allah dinon aktifkan begitu saja untuk ketinggiannya digantikan oleh apa yang dia sebut ijma’ atau konsesnsus, yang di Indonesia yang tertinggi adalah Pancasila. Sehingg Pancasila dan unda2 turunannya dianggap lebih tinggi dibanding Al-Qur’an dan Hadits. Mana dalilnya dan buktinya?

Apabila tidak mampu mendatangkan dalil “bahwa hukum Allah yang tertinggi bukan Al Quran di dalam kitab, Hadits di dalam kitab tetapi Ijma’ atau konsensus”, maka berarti Yudian yang juga pentolan NU Jogja itu telah berdusta atas nama Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Padahal ada kecaman keras terhadap tingkah seperti itu.

{وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الْإِسْلَامِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (7) يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ } [الصف: 7، 8]

7. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim. [As Saff:7]

8. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”. [As Saff:8]

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 882 kali, 1 untuk hari ini)