Yudian Ketua BPIP/ Rektor UIN Jogja Usulkan Ganti Assalamu’alaikum dengan Salam Pancasila?


Perlunya Salam Pancasila di tempat umum sebagai titik temu di antara salam masing-masing agama di Indonesia.

“Kalau kita salam setidaknya harus ada lima sesuai agama-agama. Ini masalah baru kalau begitu. Kini sudah ditemukan oleh Yudi Latif atau siapa dengan Salam Pancasila. Saya sependapat,” kata Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi dalam wawancara di detik.com beberapa waktu lalu.

Menurut Yudian, sebelum reformasi sangat nyaman dengan salam nasional. “Sejak reformasi diganti Assalamu’alaikum di mana-mana tidak peduli, ada orang Kristen, Hindu hajar saja dengan Assalamu’alaikum,” ungkapnya.

 

Kata Yudian, salam itu maksudnya mohon ijin terhadap seseorang sekaligus mendoakan selamat. Kalau bahasa arabnya Assalamu’alaikum warahmatulloh wabarakatuh.

“Ada hadits kalau anda jalan, ada orang duduk, maka Anda harus mengucapkan salam. Itu maksudnya adaptasi sosial. Itu jaman agraris. Sekarang jaman industri digital lagi. Misalnya mau menyalip pakai mobil salamnya gimana? Pakai lampu atau klakson,” paparnya.

Kata Yudian, salam di tempat umum harus menggunakan salam yang sudah disepakati secara nasional.

Dengan kesepakatan nasional misalnya salam Pancasila daripada ulama ribut kalau pakai shalom bisa jadi kristen. Padahal mendoakan orang itu boleh-boleh saja. Sebenarnya kita ngomong shalom kepada orang kristen tidak ada masalah dengan teologis,” pungkasnya.

Video:

https://youtu.be/CC6_eIMRDqQ

 

suaranasional.com Ibnu MaksumPolitik 20/02/2020

***

Peringatan2 Yang Sangat Telak Pun Menghunjam Benar2

Betapa indah dan benarnya petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bahkan ayat-ayat suci dari Allah Ta’ala.

Salam Islam, Assalaamu’laikum warahmatullaahi wabarakaatuh yang jelas merupakan petunjuk dari Nabi Muhammad shallallhu ‘alaihi wa sallam dan dijanjikan pahala kebaikannya, justru kini ada manusia2 yang mempersoalkannya dan ingin menggantinya. Salam pancasila (?) yang tidak nggenah juntrungannya, ditongolkan dan mau untuk mengganti (?) salam Islam yang tidak butuh peran wadyabala setan ataupun semacamnya untuk menggantinya.

Di saat manusia mau menggempur Islam, peringatan2 yang sangat telak pun menghunjam benar2. Di antaranya mari kita simak berikut ini.

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ، فَقَالَ النَّبِىُّ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : «عَشْرٌ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ: « عِشْرُونَ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ « ثَلاَثُونَ » صحيح رواه أبو داود والترمذي وغيرهما.

Dari ‘Imran bin Hushain Radhiyallahu anhu dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: as-Salâmu ‘alaikum (semoga keselamatan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Dia mendapatkan) sepuluh kebaikan”. Kemudian datang orang lain kepada Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: as-Salâmu’alaikum warahmatullah (semoga keselamatan dan rahmat dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Dia mendapatkan) dua puluh kebaikan”. Kemudian datang lagi orang lain kepada Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: as-Salâmu’alaikum warahmatullahi wabarakâtuh (semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Dia mendapatkan) tiga puluh kebaikan”[1].
[1] HR Abu Dawud (no. 5195), at-Tirmidzi (5/52) dan Ahmad (4/439), dinyatakan shahih oleh Imam at-Tirmidzi, Imam Ibnu Hajar dalam “Fathul    Bâri” (11/6) dan Syaikh al-Albani, serta dinyatakan hasan oleh Imam al-Baihaqi dalam “Syu’abul iman” (6/453) dan dibenarkan oleh Imam al-‘Iraqi dalam “Takhriiju ahâdîtsil ihyâ'” (2/164).

Read more https://almanhaj.or.id/8414-keutamaan-mengucapkan-salam-dengan-lafazh-salam-yang-lengkap.html

{سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ} [الأعراف: 146]

146. Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya. [Al A’raf:146]

{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا } [النساء: 61]

61. Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. [An Nisa”:61]

 

{الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (67) وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ} [التوبة: 67، 68]

67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. [At Tawbah:67]

68. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. [At Tawbah:68]

***

Salam ‘Oplosan’ Merusak Iman dalam Pidato dan Doa pada Sidang Tahunan MPR 16 Agustus 2019


Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Antara Foto/Sigid Kurniawan.

Pidato Presiden Jokowi yang dibacakan dalam sidang tahunan MPR RI 2019, Jum’at 16 Agustus 2019, dibuka dengan:

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat Pagi,

Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,

Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan,

(Baca selengkapnya di artikel “Teks Lengkap Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2019”, https://tirto.id/egnu )

***

Suatu keprihatinan

 

Ya Allah, meskipun tulisan yang mengingatkan (bahaya perusakan keimanan Umat Islam lewat menyebarkan salam Islam tapi disertai salam2 agama lain bermuatan kemusyrikan) ini disepelekan. (Tulisan yang dimaksud, berjudul Tiga Pidato 16 Agustus, Semoga Tidak Mencontohi Perusakan Iman Umat Islam dengan Ucapkan Salam Islam namun Disertai Salam Agama-Agama Lain
https://www.nahimunkar.org/tiga-pidato-16-agustus-semoga-tidak-mencontohi-perusakan-iman-umat-islam-dengan-ucapkan-salam-islam-namun-disertai-salam-agama-agama-lain/
).

Ya Allah, walaupun justru pidato Presiden Jokowi di sidang tahunan MPR Jum’at 16 Agustus itu sengaja-ngaja mengulangi (bahkan di pembukaan pidato dan penutupan pidatonya dengan) salam oplosan –salam Islam disertai salam-salam agama lain– yang menurut Islam sangat membahayakan keimanan, (padahal sudah dari awal pidatonya tahun 2014 yang mencampur aduk salam Islam dengan salam kemusyrikan itu sudah kami tulis bahayanya: (Arsip) Bisa Murtad dan Musyrik! Mengucapkan Salam Islam Disertai Salam Agama Lain
https://www.nahimunkar.org/arsip-murtad-dan-musyrik-mengucapkan-salam-islam-disertai-salam-agama-lain/
).

 

Ya Allah, walaupun bahkan imam besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan berdoa atas nama Islam (dalam sidang tahunan MPR 2019 itu) tapi dia juga mengucapkan salam oplosan yang sangat merusak iman itu; namun semoga tulisan ini sebagai bukti bahwa kami telah mengingkari kemunkaran yang kemunkarannya dapat mengeluarkan dari Islam itu.


Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar Baca Doa dalam Sidang Tahunan MPR 2019, Jum’at (16/8)/ foto ytb

 

Ya Allah, janganlah kami dilaknat sebagaimana kaum terdahulu yang terlaknat karena membiarkan kemunkaran.

{ لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ (78) كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ (79) تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ } [المائدة: 78 – 80]

78. Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. [Al Ma”idah:78]

79. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. [Al Ma”idah:79]

80. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. [Al Ma”idah:80]

 

Ya Allah, janganlah ditimpakan musibah bencana azab yang merata kepada kami gara2 membiarkan kemunkaran dan tidak dicegah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِعَمَلِ الْخَاصَّةِ حَتَّى يَرَوْا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ وَهُمْ قَادِرُونَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوهُ فَلاَ يُنْكِرُوهُ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَذَّبَ اللهِ الْخَاصَّةَ وَالْعَامَّةَ

Sesungguhnya Allah tidak mengazab manusia secara umum karena perbuatan khusus (yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang) hingga mereka melihat kemungkaran di tengah-tengah mereka, mereka mampu mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika itu yang mereka lakukan, Allah mengazab yang umum maupun yang khusus. (HR Ahmad).

 

Ya Allah, Engkaulah yang Maha Tahu, yang telah mengutus NabiMu yang sangat khawatir akan bahayanya pemimpin (aimmah) yang sesat lagi menyesatkan.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam brsabda:

« إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِى الأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ ».

Sesungguhnya yang aku takuti (bahayanya) atas umatku hanyalah imam-imam/ pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR Ahmad, rijalnya tsiqot –terpercaya menurut Al-Haitsami, juga dikeluarkan oleh Abu Daud, Ad-Darimi, dan At-Tirmidzi, ia berkata: Hadits Shahih. Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah berkata, isnadnya shahih atas syarat Muslim).

Ya Allah, NabiMu saja sangat mengkhawatirkannya, ya Allah, namun di sini tampaknya justru kebalikan, ya Allah, justru mereka bangga2kan. Sedang yang berstatus penggede ulamanya diam saja, atau bahkan tampaknya sangat mendukung-dukungnya.

Ya Allah, NabiMu, Ya’qub ‘alaihissalam hanya mengadukan kegundahan dan kesedihannya kepadaMu ya Allah… semoga ini juga…

Ya Allah, ketika aimmah itu mengucapkan salam Islam namun kemudian disertai salam yang bermuatan ketuhanan (lain) yang mengecam Ke-IlahianMu, Engkau dikecam sebagai pemecah belah karena Engku menjadikan ada golongan mukmin dan ada golongan kafir, (lihat artikel: Bisa Murtad dan Musyrik! Mengucapkan Salam Islam Disertai Salam Agama Lain
https://www.nahimunkar.org/arsip-murtad-dan-musyrik-mengucapkan-salam-islam-disertai-salam-agama-lain/
) bukankah itu sama dengan menghujat ayat-ayat suciMu, ya Allah. Sedangkan Engkau telah berfirman:

{وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الْكَافِرُونَ} [العنكبوت: 47]

Dan tiadalah yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang kafir. [Al ‘Ankabut:47]

 

{وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ} [العنكبوت: 49]

Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. [Al ‘Ankabut:49]

 

{وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ} [لقمان: 32]

Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar. [Luqman:32]

 

{ذَلِكَ جَزَاءُ أَعْدَاءِ اللَّهِ النَّارُ لَهُمْ فِيهَا دَارُ الْخُلْدِ جَزَاءً بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ } [فصلت: 28]

28. Demikianlah balasan terhadap musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami. [Fussilat:28]

Ya Allah, masalah yang sangat besar bagi agamaMU ini di negeri kami sedang dianggap sebagai sesuatu yang tidak ada masalah, bahkan seakan sebagai “sunnah” yang diulang-ulang dalam pidato kenegaraan yang dianggap penting.

Ya Allah, selamatkanlah kami, selamatkanlah Umat Islam yang menjunjung Islam, kuatkanlah kami dari segala fitnah yang dilontarkan kaum mujrimin, fasiqin, zindiqin dan munafiqin, selamatkanlah kami dari syubhat-syubhat mereka yang merusak iman seperti tersebut dan sebagainya. Kabulkanlah doa kami, ya Allah, ya Tuhan Yang Maha Mengabulkan doa. Aamiin…

 

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 4.130 kali, 8 untuk hari ini)