Yuk! Kembali Kita Pelajari Etika Berbeda Pendapat


Dr Muhammad Arifin Badri

t2SS7 epmtNovhelaembeodhrtr lenpsuokSlurllate 2an0.td4eS7  · 

 

Di saat 1/6 Hambali, 1/6 Syafii, …. merasa lebih hebat dibanding yang Imam Syafii dan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullah.

Menurut mazhab Hanafi, seorang yang sedang shalat tidak wajib membaca Al Fatihah, namun cukup membaca satu ayat Al Qur’an saja, walaupun ayat yang paling pendek semisal Alif Laam Miim. Bila ia telah membaca satu ayat, maka sudah cukup memenuhi salah satu rukun shalatnya, yaitu membaca Al Qur’an.

Mereka berdalil dengan ayat :

فَاقْرَؤُوا
مَا
تَيَسَّرَ
مِنَ
الْقُرْآنِ

bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. (Al Muzammil 20)

Dengan membaca satu ayat walau ayat terpendek, maka sudah memenuhi ketentuan yang diperintahkan pada ayat di atas.

 

Sedangkan menurut ulama’ lain, batas minimal yang harus di baca ialah surat Al Fatihah, berdasarkan beberapa riwayat yang memerintahkan untuk membaca Al Fatihah, diantaranya sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam berikut

لا
صلاةَ
لمن
لم
يقرأْ
بفاتحةِ
الكتابِ

Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaab / surat Al Fatihah (Al Bukhari dan Muslim)

Ayat di atas hanya memerintahkan membaca apa yang mudah untuk dibaca dari Al Qur’an tanpa batasan surat atau ayat tertantu.

Sedangkan hadits di atas membatasi bahwa bacaan yang harus dibaca adalah surat Al Fatihah. Barang siapa membaca surat lain walaupun panjang semisal surat Al Baqarah, namun tidak membaca surat Al Fatihah, maka sholatnya tidak sah, apalagi hanya membaca satu ayat saja.

 

Imam Abu Hanifah dan juga para murid dan pengikutnya yang mengabaikan hadits yang nyata nyata valid alias shahih, sekilas telah melakukan tindakan ceroboh dan seakan menentang hadits shahih.

Menurut Imam Abu Hanifah, hadits ini tidak dapat dijadikan dalil, karena ini adalah hadits ahad, sedangkan secara kandungan maknanya tidak sejalan dengan ayat di atas, padahal setiap ayat itu pastilah mutawatir, sehingga lebih diutamakan dibanding hadits ahad.

Mereka menetapkan satu kaedah bahwa ayat yang pasti mutawatir harus didahulukan dibanding hadits hadits ahad, dalam rangka menjaga kesucian dan kemuliaan Al Qur’an, bukan karena mengikuti hawa nafsu. Terlebih beliau kala itu hidup di negri Kufah yang banyak dihuni oleh para penganut hawa nafsu (sekte sekte sesat)

 

Sedangkan mayoritas ulama’ berpendapat bahwa ayat di atas harus dikompromikan dengan hadits di atas, sehingga yang dimaksud “apa yang mudah dari Al Qur’an” ialah surat Al Fatihah, bukan yang lainnya.

Terbayang betapa serius perselisihan ulama’ dalam masalah ini bukan?

Namun demikian, pernahkah anda mendengar atau membaca seorang ulama’pun dari pengikut ketiga mazhab yang sibuk memborbardir para pengikut mazhab hanafi apalagi para ulama’ mereka sebagai pengikut hawa nafsu atau penentang hadits?

 

Tidak diragukan, bahwa mazhab mayoritas ulama’ yang menyatakan bahwa bacaan Al Fatihah adalah rukum shalat, lebih kuat dibanding pendapat mazhab Hanafi.

Namun demikian, mazhab Hanafi hingga saat ini tetap eksis di berbagai negri. Dan walaupun kini adalah era keterbukaan informasi, tetap saja mazhab Hanafi diakui sebagai salah satu mazhab Ahlissunnah bukan ahlul bid’ah.

 

Sungguh menyedihkan bila hari ini, para pemuda yang amaliyahnya kombinasi 1/6 Hambali, 1/6 Syafii, 1/6 Hanafi, & 1/6 Maliki, 1/6 Zhohiri, dan 1/6 otodidak, begitu berhasrat untuk mengusir saudaranya dari rumah besar ahlissunnah wa al jama’ah.

Kawan! yuk belajar berlapang dada dan sering sering bercermin agar kita bisa tahu diri, dan tidak berperilaku bagaikan pemegang kunci surga dan neraka.

 

Yuk! kembali kita pelajari etika berbeda pendapat, minimal dengan hati yang tenang , kita membaca kembali kitab :

رفع
الملام
عن
أئمة
الأعلام

buah karya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah.

 

Kawan, bila anda berkesempatan kuliah di STDI Imam Syafii – Jember, insyaAllah anda akan merasakan sensasi wisata kulinar dengan menu perbedaan pendapat ulama’ lintas mazhab. Pantau terus pendaftarannya melalaui tautan berikut: https://stdiis.ac.id/

Semoga dunia anda semakin sejuk kawan.

Ilustrasi foto cover kitab/ Dar Makkah

(nahimunkar.org)

(Dibaca 154 kali, 1 untuk hari ini)