Yusril: Ahok aslinya (kelahiran) Warga Negara Tiongkok



Ada upaya yang mulai tampak semakin nyata untuk ‘membangkitkan kembali’ Ahok sebagai pimpinan di negeri ini.

Ahok sudah diumumkan sendiri oleh Presiden Jokowi sebagai satu dari empat calon pimpinan Ibu Kota baru di Kalimantan.

Bukan tidak mungkin, kalau nantinya Ahok jadi Pimpinan Ibu Kota baru, lalu diproyeksikan sebagai capres/cawapres di pilpres 2024.

NAMUN… menurut Prof. Yusril Ihza Mahendra, Ahok mustahil untuk jadi presiden atau wakil presiden.

KARENA.. sesuai UUD 1945 Pasal 6 (1) “Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya“.

Yusril menyebut Ahok itu aslinya Warga Negara Tiongkok.

Kenapa Ahok tidak bisa (jadi presiden/wapres)? Karena Ahok TIDAK LAHIR SEBAGAI WARGA NEGARA INDONESIA. Bapaknya Ahok –Tjoeng Kim Nam– itu Warga Negara Tiongkok dan ketika ada penentuan kewarganegaraan tahun 1962, Tjoeng Kim Nam memilih kewarganegaraan Tiongkok (RRT). Ahok lahir tahun 1966, berarti Ahok adalah Warga Negara Tiongkok, dan Ahok baru dinatularisasi menjadi Warga Negara Indonesia itu sekitar tahun 1986, bisa dilihat itu di catatan sipil,” kata Yusril.

Yusril dan Ahok memang berasal dari daerah yang sama yakni Belitung Timur. Yusril bahkan menyampaikan dirinya sering berbincang dengan bahasa China dengan Ahok jika bertemu.

Pernyataan Yusril ini disampaikan saat Kongres Umat Islam di Sumatera Utara, 30 Maret 2018.

[Video – Yusril]

Kata YIM, Si Ahok itu aslinya WN Tiongkok dari seorang ayah warga negara Tiongkok. Ahok dpt naturalisasi jd wni. Mustahil bisa jadi Presiden. pic.twitter.com/hOtvj2ZTJ7

— Jara_Mbojo (@umaralims) March 9, 2020

[Video Yusril Lengkap]

 

 

https://twitter.com/i/status/1237041762696400896

 

https://youtu.be/vfh0A3CJyXA

[portal-islam.idSelasa, 10 Maret 2020  BERITA NASIONAL

***

Berita lawas berikut ini bisa dibaca kembali.

***


Ilustrasi. Ahok/ foto ist

Ahok Munculkan Bibit Konflik SARA di Jakarta


Keberadaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memunculkan konflik di ibu kota.

“Fakta bahwa Ahok harus dikawal ribuan personil aparat ketika turun kerakyat adalah fakta yang menunjukkan ada yang tidak beres dengan Ahok,” kata Pimpinan Rumah Amanah Rakyat Ferdinand Hutahean dalam keterangan kepada suaranasional, Selasa (6/9).

Kata Ferdinand, ketika Ahok ke daerah Jakarta Utara bukannya disambut tapi malah disambit rakyat dengan lemparan batu bagai gerakan intifada di Palestina. “Sebegitu marahnyakah rakyat kepada Ahok sang Gubernur DKI ini,” ungkap Ferdinand.

Menurut Ferdinand, fakta saat ini bahwa di tengah publik Jakarta khususnya, bibit-bibit konflik berbau SARA meningkat tajam.  “Ada ancaman besar konflik SARA pecah di Jakarta sebagai akibat dari situasi psikologis dan sosiologis masyarakat yang muncul akibat kebijakan Ahok dan sikap arogansi kekuasaan yang ditunjukkan oleh Ahok,” jelas Ferdinand.

Kata Ferdinand, terlalu naif jika mengabaikan fakta-fakta lapangan hanya dengan klaim semu tentang prestasi Ahok. Semua indikator menunjukkan Jakarta menurun disegala lini selama kepemimpinan Ahok. “Ini yang harus dipahami oleh partai pendukung Ahok,” jelas Ferdinand.

Menurut Ferdinand, ada ancaman kondusifitas bagi Jakarta ke depan jika terus memaksakan Ahok menjadi Gubernur.  “Hal ini juga disampaikan Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara,” pungkas Ferdinand.

Sumber: suaranasional.com/06/09/2016

 

 (nahimunkar.org)


 

(Dibaca 895 kali, 1 untuk hari ini)